Desa Sumbergondo Raih Penghargaan Tercepat Pembayaran PBB

Ilex VIS- Desa sumber gondo kecamatan glenmore mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah, sebagai desa yang paling cepat melunasi Pajak Bumi dan Bangunan perkotaan dan Pedesaan atau PBB – P2. Penghargaan ini disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum pemkab banyuwangi, Fajar Suasana, saat penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) tahun 2015, di Pendopo Shaba Swagata blambangan banyuwangi selasa 5 Januari 2015. Dari 189 desa dan 28 kelurahan di Banyuwangi, Desa Sumbergondo tercatat sebagai desa paling cepat dalam pelunasan PBB 2015. Desa ini, mampu melunasi PBB-nya pada Februari 2015, dengan jumlah total pelunasan Rp 86.475.848. Sementara kecamatan Bangorejo menjadi kecamatan dengan realisasi PBB tertinggi, yakni 1,29 milyar rupiah dari pokok pajak 1,29 milyar rupiah juga dengan jumlah 36.873 SPPT. Sedangkan Kecamatan Kalibaru merupakan kecamatan paling rendah dalam realisasi PBB yang hanya Rp 291,8 juta dari pokok pajak 474,9 juta rupiah dengan jumlah SPPT 16.061. Sedangkan perolehan PBB tertinggi tingkat kelurahan, ditempati Kelurahan Pengantigan dengan realisasi 265.369.179 rupiah atau tercapai 88,5 persen dari target 299.565.575 rupiah dengan 1.702 SPPT. Sementara tiga desa yang masuk kategori terbawah realisasi PBB 2015 adalah Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah serta Desa Gintangan dan Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi. Kepala Dinas Pendapatan Daerah atau dispenda banyuwangi Soedirman mengatakan, penyerahan SPPT ini merupakan wujud apresiasi bagi para pemungut pajak yang telah memberikan sumbangsihnya terhadap Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Menurutnya, mereka yang melunasi pajaknya dengan cepat, mendapat reward dari pemerintah, salah satunya diberikan keleluasaan mengusulkan pembangunan di wilayahnya melalui musrenbang. Tahun 2015, perolehan PAD Banyuwangi berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. Dari target yang sebesar 249 miliar rupiah, PAD terealisasi hingga 303 miliar rupiah. Dari pencapaian itu, PBB merupakan penyumbang ketiga terbesar perolehan PAD dari sektor pajak yang besarnya 26 miliar rupiah. Sementara itu, terkait masih rendahnya capaian PBB di beberapa desa dan kecamatan menurut Sudirman, adalah di sebabkan karena SDM dari petugas maupun wajib pajak itu sendiri. Ditambahkan oleh sudirman, dengan terpenuhi target PBB- P2 tahun 2015 ini, pemerintah daerah akan terus menggenjot sektor ini agar sumbangsihnya kepada PAD semakin besar. Pasalnya, di tahun 2016 ini pemerintah daerah menargetkan, PBB –P2 bisa mencapai 27,5 miliar rupiah dari jumlah SPPT 779.288 lembar. Dan untuk memenuhi target tersebut, pemerintah daerah akan melakukan inovasi baru. Yakni, pemberian honor bagi pendistribusi SPPT dan memberikan layanan SMS)Center PBB yang memuat segala informasi PBB-P2 termasuk cek status pembayarannya.

Add comment


Security code
Refresh