Lapas Banyuwangi Gelar Penyuluhan Hukum

Ilex VIS- Lapas Banyuwangi menggelar penyuluhan hukum dengan melibatkan ratusan siswa siswi dari sejumlah sekolah tingkat SMA di Banyuwangi, Kamis (28/1/2016). Hadir pula dalam kegiatan yang di gelar di aula Lapas Banyuwangi tersebut, Kabag Hukum Pemkab Banyuwangi, Hagni Ngesti Sri Rejeki yang sekaligus menjadi nara sumber, serta di buka langsung oleh sekretaris Dinas Pendidikan Banyuwangi, Dwi Yanto. Tampak pula kepala Lapas Banyuwangi, Marlik Subiyanto, berada di deretan para tamu undangan. Bahkan, juga melibatkan ratusan tahanan dan narapidana penghuni lapas. Kegiatan penyuluhan hukum ini dalam rangka mensukseskan program Kementrian Hukum dan HAM yang di gelar secara serentak seluruh Indonesia, yaitu wisata hukum. Saat di temui usai acara, sekrertaris Dinas Pendidikan, Dwi Yanto mengaku sangat tertarik dengan kegiatan yang di gelar oleh pihak Lapas tersebut, yang di nilai baru pertama kalinya di buka untuk pelajar. Bahkan yang perlu di apresiasi adalah, upaya lapas Banyuwangi yang menggelar kegiatan tersebut di dalam aula lapas, karena selama ini para pelajar menganggap lapas tersebut tertutup namun ternyata terbuka untuk umum. Oleh karena itulah, kata Dwi Yanto, di saat Dinas Pendidikan mendapatkan undangan tersebut yang mengundang hadirkan siswa siswi dari kalangan SMA, SMK dan Madrasah Aliyah hanya di wilayah kota, pihaknya langsung merevisi dan udangan tersebut di sebarkan untuk sekolah mulai dari wilayah kecamatan Wongsorejo hingga Kalibaru. Dwi Yanto kembali menegaskan bahwa kegiatan ini sangat bagus untuk pengetahuan hukum bagi para pelajar, supaya tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Pasalnya, tindak pidana peredaran narkoba justru semakin banyak dari kalangan remaja. Sementara itu, kepala lapas Banyuwangi, Marlik Subiyanto mengatakan, tujuan dilaksanakannya penyuluhan hukum ini adalah supaya masyarakat bisa lebih cerdas hukum. Dan kegiatan ini di laksanakan serentak di seluruh Indonesia, di Jakarta di buka oleh Presiden Jokowi, di Jawa Timur di buka oleh Gubernur Sukarwo, sedangkan di Banyuwangi di buka oleh bupati yang di wakili oleh sekrertaris Dinas Pendidikan, Dwi Yanto. Marlik menjelaskan, pihaknya sengaja melibatkan para pelajar karena mereka di anggap sebagai generasi penerus yang perlu dan harus banyak mengetahui tentang aturan hukum, supaya mereka tidak melakukan berbagai permasalahan yang bersangkutan dengan hukum. Karena usia mereka adalah masa produktif untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Selain itu kata Marlik, para pelajar tersebut juga biar mengetahui kondisi di dalam lapas yang sebenarnya, yang selama ini di anggap tertutup. Namun ternyata, di dalam lapas bukan seperti kurungan penjara yang menakutkan seperti bayangan mereka, karena di dalam lapas banyuwangi terdapat taman yang asri di lengkapi dengan berbagai sarana prasarana yang asri.

Add comment


Security code
Refresh