Banyuwangi Komitmen Jadi Kota Hijau

Konsep pengembangan kota hijau merupakan salah satu solusi yang ditawarkan dalam berkontribusi pada permasalahan perubahan iklim.



Ilex Vis - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk menjadi kota hijau, salah satunya dengan memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Cipta Karya dan Penataan Ruang, Mujiono mengatakan mewujudkan kota hijau itu di nilai sangat penting karena saat ini dunia sedang menghadapi global warming yang berdampak pada kehidupan di bumi.

“Pemanasan global tidak bisa di tolak, namun paling tidak terus di minimalisir. Salah satunya dengan mewujudkan Banyuwangi sebagai kota hijau,” kata Mujiono saat menggelar sosialisasi kota hijau di Kantor Pemkab Banyuwangi.

Dia menjelaskan, kota hijau adalah kota yang dibangun dengan terus memupuk semua aset yang ada seperti manusia, lingkungan dan sarana prasarana yang ada, dan bukannya justru mengorbankan aset kota. Konsep pengembangan kota hijau merupakan salah satu solusi yang ditawarkan dalam berkontribusi pada permasalahan perubahan iklim.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh perwakilan SKPD, instansi vertikal, BUMN, TNI/Polri dan perbankan di Banyuwangi.

“Beberapa ciri kota hijau, antara lain memanfaatkan secara efektif dan efisien sumber daya air dan energi, mengurangi limbah dan menerapkan sistem transportasi terpadu,” tutur Mujiono.

Juga menjamin kesehatan lingkungan, serta menyinergikan lingkungan alami dan buatan berdasarkan perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip pembangunan berkelanjutan (lingkungan, sosial, dan ekonomi).

Mujiono mengaku, salah satu upaya kecil untuk mewujudkan kota hijau itu, pihaknya akan menggalakkan pembuatan taman-taman kantor. Setiap kantor bebas berkreativitas.

“Agar semua kantor lebih bersemangat, taman-taman kantor ini akan di lombakan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, hadir pula arsitek nasional Sigit Kusuma Wijaya. Sigit mengatakan, sesungguhnya masyarakat Indonesia saat ini, sangat membutuhkan ruang-ruang terbuka dimana menjadi sarana bagi mereka untuk refreshing dan wahana bersantai bersama keluarga dan teman.

“Banyuwangi sendiri, memang belum sepadat Jakarta. Lahan di Banyuwangi masih banyak, namun bukan berarti masyarakat tidak perlu mengantisipasi. Sebab ke depan bisa jadi perkembangan Banyuwangi yang pesat,” papar Sigit.

Dan jika tidak diantisipasi maka akan berpotensi menimbulkan masalah. Taman kota salah satu cara untuk mendukung kota yang lebih ramah lingkungan.

“Perlunya dari sekarang melakukan penataan transportasi kota yang terintegrasi,” ujarnya.

Kalau semua terintegrasi, lanjut dia, orang tidak perlu jalan jauh atau ganti moda untuk mencari stasiun. Jadi pengembangan ke depan diharapkan lebih tertata dan terintegrasi antar berbagai fasilitas publik, yang semuanya bersifat memudahkan baik bagi warga masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Add comment


Security code
Refresh