Bahas Program, Anas Gelar Di Mobil

Sejumlah ide program justru didapatkan saat rapat dalam perjalanan menggunakan mobil dinasnya.



Ilex Vis - Untuk mengefektifkan waktu dalam membahas program pengembangan daerah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajarannya kerap memanfaatkan perjalanan di dalam mobil untuk melakukan rapat.

Dalam beberapa kali kesempatan, terutama sesudah kunjungan lapangan atau menghadiri undangan acara dari masyarakat, Bupati Anas mengajak jajarannya untuk masuk ke mobil dinasnya. Dalam perjalanan itulah, rapat untuk eksekusi program kerap dilakukan.

Di dalam mobil, biasanya Bupati Anas mengajak Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Djajat Sudrajat, dan beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Bagi Bupati Anas, hal ini di anggapnya praktis dan memanfaatkan waktu yang ada.

“Biasanya saat pulang dari acara atau kunjungan, saya mengajak beberapa orang semobil dengan saya supaya bisa langsung rapat, karena agenda dan program sangat banyak. Sehingga kalau ada masalah bisa cepat ditangani,” ujar Bupati Anas.

Dia mencontohkan, saat rapat semobil dengan Wabup Yusuf Widyatmoko dan beberapa jajaran, dia membahas pengembangan sejumlah desa dan penataan bandara. Beberapa instruksi diberikan ke Wabup dan Sekda.

“Saya ingin, landscape bandara tetap harus dipertahankan hijau,” imbuhnya.

Selain itu, setelah Desa Tamansari yang pengembangan konsep desa wisatanya cukup bagus hingga dapat Desa Wisata Award, harus dikembangkan ke daerah lain. Beberapa desa yang sudah bagus seperti Desa Ketapang, Kampung Anyar, dan beberapa lagi, harus bisa menularkan ke desa lainnya. Termasuk, rencana pengembangan Desa Telemung Kecamatan Kalipuro menjadi kampung kopi.

Bupati Anas mengaku, sejumlah ide program justru didapatkan saat rapat dalam perjalanan menggunakan mobil dinasnya.

“Setelah solusi didapatkan maka bisa langsung di eksekusi, tanpa harus menggelar rapat lagi di kantor,” pungkasnya

Selain di dalam mobil, Bupati Anas juga seringkali menggelar rapat di lokasi yang menjadi bahasan. Seperti rapat penataan pantai yang langsung digelar baik di Pantai Grand Watudodol, Pantai Syariah Pulau Santen, maupun Pantai Pulau Santen. Justru menurutnya, jika rapat di gelar di lokasi maka keputusan yang di ambil bisa lebih detail.

Add comment


Security code
Refresh