Dua Jukir Taman Sritanjung Diamankan Polisi

Ulah mereka meresahkan masyarakat.



Ilex Vis - Dua juru parkir yang beroperasi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Sritanjung diamankan aparat Satsabhara Polres Banyuwangi, Kamis malam (15/6).

Penertiban itu buntut dari keresahan warga terhadap aksi jukir liar yang memungut parkir tanpa dibekali karcis resmi yang dikeluarkan Dispenda.

Mereka adalah Mariono (54) dan Budi Santoso (38), merupakan dua nama petugas jukir yang mengelola parkiran secara liar.

Dari tangan Mariono yang mengaku sebagai warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi tersebut disita uang tunai hasil pungutan pada pengunjung Taman Sritanjung Rp 145 ribu dan karcis bekas pakai.

Sementara dari Budi Santoso yang menurut identitas kependudukannya berasal dari Kopen Baya, Kecamatan Giri diamankan uang tunai Rp 134 ribu dan keplek parkir 75 buah. Sejatinya, Budi berprofesi selaku tukang ojek.

Keduanyapun kemudian dibawa ke Mapolres Banyuwangi.

Kasat Sabhara Polres Banyuwangi AKP Basori Alwi memimpin langsung penertiban pasca menerima perintah dari Kapolres AKBP Agus Yulianto.

“Tindakan tegas ini kami ambil lantaran aksi para jukir liar sangat meresahkan dan dana yang terkumpul tidak masuk ke Dispenda sebagai pendapatan asli daerah,” ujar AKP Basori.

Menurutnya, juru parkir liar tersebut termasuk penyakit masyakarat. Dan Sanksi hukumnya bisa dikategorikan premanisme.

“Modus yang mereka lakukan adalah, kedua pelaku mematok tarif parkir kepada pengunjung Rp 2000 untuk sepeda motor dan Rp 4000 bagi roda empat. Namun, kedua jukir ini tidak menyerahkan tiket resmi dari Dispenda dan itu berarti uang parkir yang didapat mengalir ke dalam kantong pribadi mereka,” papar AKP Basori.

Dia menambahkan, Mariono mengakali pengunjung dengan memungut biaya parkir menggunakan tiket bekas. Sedangkan Budi cuma menggunakan keplek yang dibuat sendiri.

“Keluhan negatif terkait juru parkir liar belakangan mulai terdengar,” tutur AKP Basori.

Sementara, ulah keduanya tercium petugas yang selama puasa menggelar pengamanan Pasar Ramadhan.

Dikala melakukan aksi, keduanya tidak dibekali surat tugas serta tidak memiliki ijin seperti dikantongi juru parkir resmi.

Add comment


Security code
Refresh