Menpar Dan Menhub Resmi Buka Penerbangan Jakarta-Banyuwangi

Jakarta adalah pasar terbesar dengan daya beli sangat tinggi.



Ilex Vis - Penerbangan langsung Jakarta – Banyuwangi resmi di buka oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, yang di harapkan bisa semakin menggairahkan ekonomi lokal.

Turut mendampingi Dirut PT Angkasa Pura II (persero), Moh.Awaludin, CEO Sriwijaya Group, Chandra Lie dan Presiden Komisaris Sriwijaya Group, Hendrie Lie.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, rute ini juga di harapkan bisa semakin memudahkan wisatawan menuju Banyuwangi.

“Jakarta adalah pasar terbesar dengan daya beli sangat tinggi. Dan Jakarta juga di nilai sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara terbesar kedua setelah bali,” kata Menteri Arief.

“Kunci pengembangan wisata adalah aksesbilitias, sehingga pembukaan rute ini adalah langkah penting,” imbuhnya.

Arief menjelaskan, syarat dalam pengembangan wisata harus ada 3 A,yakni Aksesibilitas, Atraksi dan Amenitas.

“Ketiganya sudah di miliki Banyuwangi,” ungkapnya.

Dimana, kabupaten di ujung timur pulau jawa ini di kenal mempunyai wisata beragam dalam event Banyuwangi Festival yang memadukan kekayaan budaya dan pesona alam.

Dari sisi amenitas atau infrastruktur penunjang, Banyuwangi juga terus memperbaiki diri. Bahkan, hotel hotel baru banyak hadir di Banyuwangi. Salah satunya, pada 21 Juni 2017 mendatang, menteri Arief akan meresmikan hotel berbintang empat di Banyuwangi.

“Saya optimis, pembukaan rute Jakarta-Banyuwangi ini bakal semakin menggeliatkan ekonomi Banyuwangi. Teorinya, Flow of People pasti di ikuti Flow of Money, yang rumusnya adalah TTI. Yaitu, ada Tourism, ada trade (perdagangan) dan ada Investment. Dan itu hampir semuanya berpusat di Jakarta,” tutur Arief.

Dia mengaku, dengan adanya rute baru ini, TTI tersebut di nilai akan bergerak. Selain di Banyuwangi, juga bisa menggerakkan perekonomian di daerah sekitar, seperti Situbondo, Jember dan Bondowoso.

Menteri Arief menantang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk terus berinovasi, sehingga bisa mengerek kedatangan wisatawan.

“Saya targetkan, kunjungan wisman ke Banyuwangi mencapai 100.000 orang per tahun pada 2019, naik dari posisi saat ini yang sejumlah 60.000 orang. Dengan adanya 100.000 wisman di nilai ada potensi devisa US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,3 Triliun,” papar Menteri Arief.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai, langkah Sriwijaya Group membuka jalur Jakarta-Banyuwangi ini di nilai sangat tepat, mengingat Banyuwangi adalah daerah yang sangat potensial.

“Jika berbicara tentang Banyuwangi, dirinya selalu bersemangat karena daerahnya di nilai sangat potensial. Dan selalu ada kegiatan aktif yang di lakukan warganya,” ungkapnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut gembira rute baru ini.

“Banyuwangi memulai dari bawah, dari tidak ada penerbangan sampai saat ini ada empat kali penerbangan setiap hari. Surabaya-Banyuwangi tiga kali sehari dan Jakarta-Banyuwangi sekali sehari,” ujar Bupati Anas.

“Dengan arus wisatawan, dunia usaha, kalangan pendidikan dan masyarakat luas ke Banyuwangi, tentu di nilai ini memberi dampaik ekonomi yang positif. Hal itu terkonfirmasi dari peningkatan pendapatan perkapita warga dan penurunan kemiskinan,” pungkas Bupati Anas.

Kelompok usaha penerbangan Sriwijaya Air resmi membuka penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi mulai 16 Juni 2016 dengan menggunakan bendera Nam Air. Pesawat yang di operasikan adalah jenis Boeing 737-500 berkapasitas 150 penumpang.

Jadwal penerbangan Nam Air ini setiap hari dengan jadwal pukul 07.05 WIB bertolak dari Jakarta menuju Banyuwangi, dan pukul 09.05 WIB dari Banyuwangi menuju Jakarta.

Sementara itu, dari data yang ada, Jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi sendiri terus melonjak. Pada 2011, jumlah penumpang baru tercatat 7.826 orang per tahun, lalu melonjak hingga 1.339 persen menjadi 112.661 orang pada 2016.

Add comment


Security code
Refresh