Tuntut Cabut PHK, AMK Mogok Massal

Aksi ini merupakan instruksi dari DPP Pusat karena beberapa waktu lalu sudah di lakukan mediasi antara Menteri Tenaga Kerja dengan DPR RI tidak menemukan titik temu.



Ilex Vis - Puluhan Awak Mobil Tangki (AMT) Depot Pertamina Banyuwangi melakukan aksi mogok massal Senin (19/6), menuntut agar AMT yang sebelumnya di PHK secara sepihak supaya di pekerjakan kembali.

Aksi ini di gelar di depan Depot Pertamina Banyuwangi Jalan Gatot Subroto, dengan membentangkan bendera dan spanduk yang berisi berbagai tuntutan mereka.

Humas Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (SBTPI-FBTPI) Banyuwangi, Aldo Rizky mengatakan, aksi mogok massal ini merupakan agenda nasional yang serentak di laksanakan di beberapa wilayah seperti di Lampung, Sulawesi serta sejumlah daerah di pulau Jawa.

“Aksi ini merupakan instruksi dari DPP Pusat karena beberapa waktu lalu sudah di lakukan mediasi antara Menteri Tenaga Kerja dengan DPR RI mengenai berbagai permasalahan yang di alami AMT, namun hingga kini belum di temukan titik temu, sehingga mereka sepakat untuk melakukan aksi mogok nasional mulai 19 Juni hingga 26 Juni 2017,” papar Aldo.

Dalam kesempatan ini Aldo menyampaikan bahwa, tuntutan yang di ajukan AMT kepada pihak pertamina di antaranya, harap di pekerjakan kembali AMT yang sebelumnya di PHK secara sepihak yang ada di depot Plumpang dan depot depot daerah lainnya.

“Kami minta agar semua crew AMT di angkat menjadi karyawan tetap PT.Pertamina Patra Niaga, sesuai dengan nota pemeriksaan dari Sudinakertrans Jakarta Utara tertanggal 26 September 2016,” ujar Aldi.

Mereka juga menuntut, pertamina membayarkan upah rapelan lembur para AMT, berlakukan 8 jam kerja wajib dan selebihnya di hitung upah lembur sesuai risalah perundingan di Kementrian yang di tanda tangani oleh Dirut Pertamina Patra Niaga pada tanggal 18 November 2016.

“Pertamina mengangkat seluruh crew AMT PT.Elnusa Petrofin menjadi karyawan tetap PT.Elnusa dan memberikan hak normatifnya serta membayarkan hak pekerja yang sudah di pensiunkan, meninggal dunia dan PHK sepihak,” papar Aldo.

Puluhan aparat kepolisian Polres Banyuwangi mengamankan jalannya aksi ini, yang sempat menyebabkan terjadinya arus lalu lintas di sepanjang jalan di kawasan obyek vital tersebut.

Add comment


Security code
Refresh