Jelang Lebaran, Disperindag Sidak Barang Kemasan

Timbangan dari makanan yang di kemas juga di periksa oleh petugas.



Ilex Vis - Menjelang lebaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banyuwangi menggelar sidak barang kemasan di sejumlah toko dan supermarket di sejumlah wilayah.

Pengawasan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) tersebut di arahkan kepada makanan dan minuman yang di kemas dalam rangka menyambut Lebaran. Dari hasil sidak ini, di temukan kue kue kering berbagai jenis yang kemasannya tidak berlabel atau bodongan.

Fungsional Metrologi Disperindag Banyuwangi, Adi Wijaya yang menjadi salah satu petugas pengawasan mengatakan, pengawasan BDKT ini di atur dalam Permendag RI nomor 31/M-DAG/PER/10/2011.

Dalam pelaksanaannya, timbangan dari makanan yang di kemas juga di periksa oleh petugas.

“Selama ini, toko toko membeli dalam volume besar lalu di ecer, sehingga tidak ada kemasannya. Saat di ecer itulah, terkadang timbangannya tidak sama pada setiap kemasan,” papar Adi.

Dia menambahkan, pengawasan di lakukan tim yang beranggotakan 5 orang petugas, yang terdiri dari petugas Disperindag, Bagian Perekonomian Pemkab Banyuwangi, dan Satpol PP.

“Sasaran pengawasan adalah toko toko besar tempat kulakan atau grosir dan beberapa supermarket,” ujarnya.

Sementara, sejumlah kecamatan yang sudah di sidak antara lain Kecamatan Genteng, Gambiran, Bangorejo, Tegaldlimo, Muncar, Glenmore dan Kalibaru. Kegiatan ini di laksanakan selama 10 hari.

“Dari hasil sidak ini di temukan banyak makanan dan minuman dalam kemasan (BDKT) tanpa label. Padahal, makanan minuman dalam kemasan yang tidak basi dalam tujuh hari dan cara menggunakannya dengan merusak bungkus, di haruskan ada labelnya,” tutur Adi.

Pada ketentuan UU kata Adi, label harus ada nama barang dan perusahaan pembuat atau pengemas. Selain itu, label harus ada alamat pembuat serta tulisan kwantitas, seperti netto dan berat bersih. Namun sangsi yang di berikan kepada toko yang melanggar hanya pembinaan.

Lebih lanjut Adi mengatakan, tahun ini Disperindag Banyuwangi tidak melakukan pengawasan barang kadaluarsa. Sebab, kewenangannya telah di ambil oleh Disperindag Provinsi Jawa Timur sesuai dengan UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, bahwa kini propinsi yang melaksanakan perlindungan konsumen,pengujian mutu barang dan pengawasan barang beredar dan atau jasa di seluruh kabupaten kota.

“Disperindag Banyuwangi kini di beri kewenangan melaksanakan metrology legal berupa tera, tera ulang dan pengawasan,” pungkas Adi.

Add comment


Security code
Refresh