Pemudik Madura Padati Pelabuhan Tanjung Wangi

Mudik dan balik gratis ini merupakan program dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Pemkab Banyuwangi



Ilex Vis - Ratusan masyarakat kepulauan di Madura memadati Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, Senin (19/6), untuk antri masuk ke dalam kapal yang di operasikan pada program Mudik dan Balik gratis dengan moda transportasi laut.

Ratusan orang tersebut bergantian di periksa kelengkapan tiket dan KTP nya oleh petugas gabungan, yang sudah berdiri di pintu masuk pelabuhan, baik dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi, TNI AL, Kepolisian maupun Dinas Perhubungan Banyuwangi.

Kepala KSOP Tanjung Wangi, Ugan Sugiyana mengatakan, mudik dan balik gratis ini merupakan program dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Pemkab Banyuwangi.

“Untuk mensukseskan kegiatan ini, di operasikan 1 unit kapal perintis Prima Nusantara 01 berkapasitas 150 orang, dengan rute penyeberangan Pelabuhan Tanjung Wangi menuju Sapeken Madura,” ujarnya.

Ugan menjelaskan, mudik gratis di laksanakan pada tanggal 19 Juni, 21 Juni dan 23 Juni 2017. Sedangkan balik gratis di laksanakan pada 27 Juni, 29 Juni, 1 Juli dan 3 Juli.

“Sehingga total 7 kali penyeberangan PP,” kata Ugan.

Jika cuaca baik menurut Ugan, lama penyeberangan dari Tanjung Wangi ke Sapeken memakan waktu 10 jam. Namun apabila terjadi cuaca buruk, maka penyeberangan bisa mencapai 12 jam.

“Untuk tiket gratis dengan keberangkatan tanggal 19 Juni dan 21 Juni sudah habis di pesan. Sementara yang tersisa adalah penyeberangan dari tanggal 23 Juni hingga 3 Juli 2017,” papar Ugan.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan tiket mudik dan balik gratis dengan moda transportasi laut ini bisa langsung datang ke kantor KSOP Tanjung Wangi, dengan membawa foto copy KTP dan tidak di pungut biaya apapun.

“Bagi calon penumpang kapal di larang membawa senjata tajam, rokok, bahan peledak seperti petasan atau mercon serta benda berbahaya lainnya juga sepeda motor,” pungkas Ugan.

Sementara itu, meskipun kapal mudik gratis gelombang pertama sudah di berangkatkan, namun masih ada puluhan orang calon penumpang kapal yang terlantar di ruang tunggu pelabuhan Tanjung Wangi karena tidak kebagian tiket.

Salah satunya adalah Syahratun.

Perempuan berusia 28 tahun tersebut datang bersama suaminya, Budi dan dua orang anaknya. Mereka berangkat dari Jember hendak mudik ke Sapeken Madura, di rumah Syahratun. Sedangkan Budi merupakan warga asli jember.

“Saya sudah ada di ruang tunggu pelabuhan Tanjung Wangi sejak Minggu (18/6), namun tidak bisa mendapatkan tiket karena sudah habis,” kata Syahratun.

Dia di janjikan oleh pihak KSOP untuk berangkat pada 21 Juni 2017. Namun rupanya, pihak KSOP sendiri menyatakan tiket keberangkatan 21 Juni juga sudah habis, sehingga Syahratun harus bersabar menunggu untuk keberangkatan 23 Juni 2017.

“Jika pada tanggal tersebut juga belum bisa mendapatkan tiket, maka dia akan pulang kembali ke Jember dan tidak jadi mudik,” imbuhnya.

Selain tidak mendapatkan tiket, puluhan orang yang terlantar tersebut tidak bisa masuk ke dalam kapal karena antara nama yang tertera di tiket dengan KTP berbeda.

Pasalnya, mereka ada yang mengaku mendapatkan tiket tersebut dengan membeli kepada seseorang seharga antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000, padahal seharusnya tiket itu adalah gratis.

Sementara ada sejumlah oknum yang memanfaatkan momen ini, dengan sengaja mendaftar mudik gratis untuk mendapatkan tiket namun ternyata tiket tersebut di jual kepada para pemudik.

Add comment


Security code
Refresh