Demi Pariwisata, Lapak Liar Di GWD Di Bongkar Paksa

Sejumlah bangunan liar tersebut berada di badan jalan yang di nilai sangat membahayakan para pengguna jalan

Ilex Vis - Tim gabungan membongkar paksa sejumlah bangunan liar yang ada di area depan wisata Pantai Grand Watu Dodol (GWD) Banyuwangi, Senin (17/7).

Puluhan anggota Satpol PP bersama aparatur Pemerintah Kecamatan Wongsorejo juga pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata membongkar beberapa lapak liar yang berada tepat di depan sisi selatan dan barat pantai GWD.

Ada yang merupakan bangunan warung nasi, tambal ban juga bangunan counter permanen. Bahkan, di dalam warung nasi tersebut di lengkapi dengan kamar mandi berukuran sangat minim serta aliran listrik.

“Sebelumnya, para pemilik lapak liar itu sudah di kami peringatkan. Dan saat hendak di lakukan pembongkaran, mereka telah memahami dan menyadari sehingga pembongkaran berjalan lancar,” kata Kepala Satpol PP Banyuwangi, Edi Supriyono yang memimpin langsung jalannya pembongkaran tersebut.

Selanjutnya, anggota Satpol PP membantu memindahkan barang barang mereka ke tempat yang di inginkan. Sementara untuk bangunan counter di bongkar sendiri oleh pemiliknya.

“Karena di dalamnya terdapat berbagai barang berharga, katanya takut pecah. Yaah sudahlah,” ujar Edi.

Edi menjelaskan, sejumlah bangunan liar tersebut berada di badan jalan yang di nilai sangat membahayakan para pengguna jalan. Sehingga, harus di pindahkan demi keselamatan pemiliknya maupun pengguna jalan.

“Ini juga untuk keindahan pantai Grand Watu Dodol, yang merupakan salah satu destinasi wisata yang semakin banyak di kunjungi wisatawan,” pungkas Edi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY Bramuda yang juga hadir di lokasi mengatakan, pembongkaran ini di lakukan secara humanis, setelah sebelumnya pihak Satpol PP melakukan pendekatan terlebih dahulu.

“Sesuai kesepakatan bersama, biaya angkut barang barang di tanggung oleh pemilik di bantu pemerintah daerah,” ujar Bramuda.

“Pembongkaran ini memang harus di lakukan karena Banyuwangi masuk dalam 10 destinasi wisata yang di jual di tingkat Asean,” ungkapnya.

Dan Forum Pariwisata Sehat (FPS) akan datang ke pantai GWD untuk melakukan penilaian.

“Jika bangunan liar tersebut masih berada di lokasi, maka akan menganggu kebersihan wisata pantai GWD sendiri,” kata Bramuda.

Selain itu, keberadaan lapak lapak liar itu juga di anggap mengganggu keamanan lalu lintas bagi kendaraan yang melintas, karena posisinya memakan badan jalan.

Dalam kegiatan ini, hadir pula Camat Wongsorejo, Sulityowati di dampingi beberapa orang stafnya.

Add comment


Security code
Refresh