Anas : Ikawangi Bisa Bangun Daerahnya

Banyuwangi juga di nilai menghadapi tantangan yang tidak ringan sebagai daerah terluas di Pulau Jawa

Ilex Vis - Bupati Abdullah Azwar Anas mengajak Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) untuk membangun daerahnya.

Hal ini di sampaikan oleh Bupati Anas, saat menghadiri halal bihalal Ikawangi wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) di anjungan Jawa Timur TMII, Jakarta, Minggu (16/7).

Acara rutin tahunan yang digelar warga asli Banyuwangi yang tinggal di Jabodetabek itu dihadiri Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Bupati Anas sendiri.

“Saat ini, Ikawangi di berbagai daerah semakin rutin menggelar kegiatan. Sehingga, rasa cinta dan bangga pada Banyuwangi semakin tumbuh seiring pengembangan yang bersama-sama di lakukan pemerintah daerah secara cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” papar Bupati Anas.

Bahkan, Dia mengaku pernah diundang di Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur. Dan sejak 1970-an warga Banyuwangi ada di sana. Untuk ke daerah tersebut, Bupati Anas harus naik pesawat, lalu naik kapal mesin kecil menyeberangi laut. Di sana pun mereka aktif berlatih tari gandrung.

“Banyuwangi adalah daerah yang jauh dari kota-kota besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” kata Bupati Anas.

Banyuwangi juga di nilai menghadapi tantangan yang tidak ringan sebagai daerah terluas di Pulau Jawa yang mempunyai kebutuhan infrastruktur sangat besar, sedangkan di sisi lain APBD-nya terbatas.

Namun berkat kerja bersama seluruh warga, termasuk dukungan dan doa dari Ikawangi di berbagai daerah, Banyuwangi bisa tumbuh secara bertahap,” ungkapnya.

Dalam acara ini, Bupati Anas menyampaikan sejumlah hasil pengembangan Banyuwangi.

Dia mencontohkan pengembangan bandara yang kini rutin diterbangi maskapai-maskapai nasional dari Jakarta dan Surabaya setiap harinya. Aksesibilitas itu pun mendorong geliat pariwisata.

“Destinasi baru, homestay, masyarakat pengelola wisata, dan hotel berbintang tumbuh bersamaan,” tutur Bupati Anas.

Pengembangan lain dari sisi pendidikan adalah hadirnya tiga kampus negeri, yaitu Universitas Airlangga Kampus Banyuwangi yang disiapkan menjadi embrio Universitas Negeri Banyuwangi, Politeknik Negeri Banyuwangi, dan sekolah pilot negeri. Basis pertanian serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun terus dikembangkan, bahkan kedua sektor itu pun mendapat imbas positif dari pengembangan pariwisata.

“Dengan beberapa pengembangan itu, pendapatan per kapita warga di nilai naik dari Rp 20,8 juta per orang per tahun pada 2010 menjadi Rp 41,46 juta per orang per tahun pada 2016,” papar Bupati Anas.

Untuk itulah, Bupati Anas mengajak warga Banyuwangi di daerah mana pun berada untuk ikut mengembangkan kampung halaman.

“Dalam acara tersebut di tampilkan berbagai kesenian Banyuwangi di bawah naungan sanggar Rumah Using Kuwung Wetan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda.

“Kegiatan ini sebagai ajang silaturrahmi, sehingga kesenian Banyuwangi harus di tampilkan sebagus mungkin,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Banyuwangi mempunyai prospek cerah. Dia melihat sendiri pengembangan yang dilakukan karena tiap tahun setidaknya dua kali pulang ke Banyuwangi.

“Bandara Banyuwangi terus berkembang. Investasinya jalan. Pariwisatanya bergeliat. Dan wilayah Banyuwangi dekat dengan pulau Bali, sehingga hal itu menjadi keunggulan yang harus dimanfaatkan,” papar Menteri Arief.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengaku Banyuwangi memiliki tempat tersendiri dalam memorinya.

“Kalau dengar nama Banyuwangi perut saya bawaannya selalu lapar, karena makanan Banyuwangi enak enak,” ujarnya.

Djarot mengapresiasi kiprah Bupati Anas dalam memimpin Banyuwangi.

Add comment


Security code
Refresh