Anas Berikan Sangsi Berat Pada Kasek SMPN 3 Genteng

Sebenarnya peristiwa ini sudah selesai di tangani Dinas Pendidikan, namun karena sudah terlanjur menjadi pemberitaan public maka pemerintah daerah perlu untuk meluruskannya.

Ilex Vis - Bupati Abdullah Azwar Anas akan memberikan sangsi berat terhadap kepala sekolah SMP Negeri 3 Genteng Banyuwangi, yang telah menggulirkan kebijakan bagi siswi tidak berjilbab di larang masuk ke sekolahan yang di pimpinnya.

Tindakan tegas Bupati Anas ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, akibat kebijakan ini menyebabkan salah satu siswi yang sudah di terima di SMP Negeri 3 genteng terpaksa harus mengundurkan diri dan pindah ke sekolahan lain karena tidak memakai jilbab.

Peristiwa naas ini di alami oleh Yenima Swandina Alfa (12), warga Kecamatan Genteng. Dan untuk mengetahui kepastian alur cerita dari kasus ini, Bupati Anas mengundang siswi yang bersangkutan untuk sarapan pagi.

Dengan di dampingi bapaknya, Timotius Purno Ribowo, siswi yang biasa di sapa Nima tersebut di terima Bupati Anas di ruang kerjanya di Kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (17/7) untuk sarapan pagi bersama.

“Ini jadi masukan dan pelajaran berharga bagi saya bahwa segala macam aturan diskriminatif dalam bentuk apapun tidak di perbolehkan, sekaligus akan bertindak tegas terhadap pembuat kebijakan tersebut,” kata Bupati Anas.

“Sebenarnya peristiwa ini sudah selesai di tangani Dinas Pendidikan, namun karena sudah terlanjur menjadi pemberitaan public ya sudahlah, pemerintah daerah perlu untuk meluruskan,” imbuhnya.

Ke depan, Bupati Anas terus melakukan evaluasi terhadap seluruh sekolah yang kemungkinan menerapkan aturan secara menggeneralisasi tanpa melihat latar belakang agama pelajarnya.

Oleh karena itulah, Dinas Pendidikan akan segera mengecek terhadap kebijakan yang di gulirkan oleh SMP Negeri 3 genteng tersebut di dalam Pendaftaran Penerimaan Didik Baru (PPDB).

“Apakah ini kecerobohan dari petugas PPDB nya ataukah memang aturan dari sekolah yang bersangkutan,” ujarnya.

Bupati Anas berharap kasus serupa tidak terulang kembali, mengingat Banyuwangi telah mendapat penghargaan Harmony Award dari pemerintah pusat serta sudah di tetapkan sebagai kota Welas Asih pertama di Indonesia.

“Saya akan sangsi tegas tanpa toleransi pada Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Genteng,” ungkap Bupati Anas.

Dan dia akan segera melakukan pergantian secepatnya, setelah melalui evaluasi dari Kepala Dinas Pendidikan, Sulihtiyono.

Karena cita citanya ingin jadi bidan dan bapakanya tukang tambal ban, pemerintah akan memberikan beasiswa pada Yenima,” pungkas Bupati Anas yang di sambut senyum ceria dari gadis mungil tersebut.

Sebelumnya, terdapat kejadian kurang mengenakkan yang menimpa Yenima Swandina Alfa, salah seorang pelajar dari Kecamatan Genteng. Pelajar itu tidak jadi masuk SMPN 3 Genteng karena ada aturan pewajiban seluruh siswi mengenakan jilbab tanpa terkecuali.

Yenima mendaftar melalui online dengan dua pilihan, yaitu SMPN 1 Genteng dan SMPN 3 Genteng. Yang bersangkutan kemudian diterima di SMPN 3 Genteng, namun urung masuk karena adanya aturan pewajibab berjilbab.

Akhirnya Yenima mencoba melalui jalur minat, bakat, dan prestasi, sehingga diterima di SMPN 1 Genteng. Dan Yenima sendiri menampilkan bakat menyanyi.

Add comment


Security code
Refresh