KSF Bantu Pendidikan Dasar Di Banyuwangi

Sebagai manajer, hampir 75 persen keberlangsungan sistem pendidikan bergantung kepada kepala sekolah.

Reporter : Ilex Vis

Radiovisfm.com, Banyuwangi - Kartika Soekarno Foundation (KSF) mengajak Pemkab Banyuwangi bekerja sama di dalam mengembangkan Pendidikan Dasar.

Kartika Soekarno Foundation tersebut merupakan Lembaga non-profit yang bergerak dalam pengembangan potensi anak-anak, yang menyatakan akan membantu pendidikan dasar di Banyuwangi dalam kerja sama peningkatan pendidikan.

Hal itu di sampaikan Direktur Eksekutif KSF Stephen James Woodhouse saat ditemui Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di ruang kerjanya, Senin (31/7).

Banyuwangi di bawah kepemimpinan Bupati Azwar Anas oleh KSF dinilai memiliki komitmen yang kuat dalam pengembangan pendidikan.

“Bupati Banyuwangi mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pendidikan dan bisa menciptakan lingkungan pendidikan yang baik. Kerja Dinas Pendidikannya juga cukup efektif, sehingga kami pilih kerja samanya dengan Banyuwangi,” ujar Woodhouse.

Woodhouse yang merupakan mantan Kepala Unicef Indonesia, Malaysia, dan Eropa tersebut berharap, kerja sama ini bisa memberikan nilai tambah pendidikan dasar di Banyuwangi yang menurutnya telah berjalan baik.

Lingkungan pendidikan baik di Banyuwangi yang dimaksud Woodhouse adalah program-program yang telah dikembangkan pemkab. Mulai dari prioritas anggaran pendidikan, toilet bersih, hingga ruang publik untuk bermain anak.

“Bentuk kerja samanya nanti, akan dilakukan lewat pelatihan dan peningkatan ketrampilan kemampuan pengajaran, terutama bagi kepala sekolah,” ungkapnya.

“Selama ini yang dilatih tentang cara pengajaran hanya guru saja, sedangkan kepala sekolahnya tidak. Padahal sebagai manajer, hampir 75 persen keberlangsungan sistem pendidikan bergantung kepada kepala sekolah,” papat Woodhouse.

Untuk itulah, Woodhouse mengaku pihaknya akan memotivasi dan melatih para manajer tersebut tentang cara mengajar yang efektif, efisien dan menyenangkan. Kerja sama tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Pelaksanaannya sendiri akan melibatkan 71 kepala sekolah SD di Kecamatan Banyuwangi dan Kabat. Mereka akan diberikan training hingga bulan April 2018. Materinya, tentang guru yang seharusnya menjadi fasilitator dan bisa memotivasi anak didik mengembangkan potensinya.

“Nanti sistemnya in-out. Kepala sekolah dibekali ilmu, kembali ke sekolah, lalu pelatihan lagi, dan seterusnya begitu hingga April mendatang,” tutur Woodhouse.

Selain kepala sekolah, juga akan dilibatkan tokoh masyarakat dan wali murid agar bisa terlibat dalam peningkatan pendidikan di sekolah tersebut.

“Usai pelatihan pendidikan pengajar SD ini, kami berencana melakukan peningkatan pendidikan PAUD dan pengetahuan gizi lewat posyandu,” pungkas Woodhouse.

Sementara itu, Bupati Anas menyambut hangat tawaran dari KSF tersebut. Hal ini, sesuai dengan harapan Pemkab Banyuwangi untuk membangun pendidikan yang melibatkan partisipasi masyarakat secara efektif.

“Kami menyambut dengan tangan terbuka, berbagai kerjasama dengan berbagai pihak yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan di Banyuwangi. Seperti halnya yang dilakukan oleh KSF ini,” ungkap Bupati Anas.

Add comment


Security code
Refresh