200 Gandrung Banyuwangi Siap Semarakkan HUT RI Di Istana Negara

Dan dari ratusan penari yang terpilih tersebut sebelumnya melalui seleksi cukup ketat.

Reporter : Ilex Vis

Radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 200 an penari Gandrung Banyuwangi siap tampil di Istana Negara Jakarta pada 17 Agustus 2017, dalam peringatan HUT RI ke 72. Dan untuk mematangkan serta menyelaraskan gerak tarian dengan hentakan musiknya, mereka melakukan latihan massal di Taman Blambangan selama 2 hari, Rabu dan Kamis (9-10/8).

Tarian yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Bukan Benda oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2013 lalu itu sebelumnya tampil pada peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober tahun lalu di hadapan Presiden Joko Widodo.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, hal ini merupakan apresiasi tinggi dari pemerintah pusat, dari Presiden, dari kementerian terkait dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang menjadi panitia, terhadap kekayaan seni budaya nusantara. Dalam artian, masyarakat sepakat bahwa keragaman seni budaya nusantara ini bukan menjadi pemecah belah namun jadi perekat bangsa.

“Dengan diundangnya kesenian daerah ke Istana, para seniman yang membawakannya bakal memperoleh pengalaman berharga yang tidak terlupakan. Apalagi, mayoritas yang tampil adalah anak-anak muda usia SMA,” ujar Bupati Anas.

“Sebagaimana penampilan mereka pada acara peringatan Sumpah Pemuda di Istana tahun lalu. Hal ini bisa menjadi spirit bagi anak-anak muda untuk berkarya lebih baik dan lebih keras dalam mengejar mimpi-mimpinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Choliqul Ridho mengatakan, total penari dan panjak yang akan tampil dalam gelaran peringatan HUT RI di Istana Jakarta ini adalah sebanyak 219 orang, di tambah perias dan pelatihnya.

“Dari ratusan penari yang terpilih tersebut sebelumnya melalui seleksi cukup ketat,” tutur Ridho.

“Sebanyak 900 penari dari sejumlah SMA di 25 kecamatan se Banyuwangi mengikuti seleksi. Hingga akhirnya terpilih 219 penari dan panjak yang di nyatakan lolos untuk bisa tampil di Jakarta,” ungkapnya.

Ridho mengaku, ada beberapa kriteria yang menjadi persyaratan, di antaranya siswi yang bersangkutan harus memiliki tinggi badan minimal 150 cm serta memiliki gerak tubuh yang bagus dalam menari.

“Jika ada peserta yang tingginya kurang dari 150 cm namun lihai dalam menari gandrung, tetap tidak bisa lolos seleksi,” kata Ridho.

Tari Gandrung sendiri merupakan tarian khas Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai “Warisan Budaya Bukan Benda” oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2013.

Untuk mengangkat dan melestarikan kesenian daerah, Pemkab Banyuwangi setiap tahunnya menggelar atraksi kolosal Festival Gandrung Sewu. Lebih dari seribu penari Gandrung muda tampil dalam acara yang selalu digelar di bibir pantai Boom tersebut. Dan untuk tahun ini Festival Gandrung Sewu akan digelar pada 8 Oktober 2017.

Add comment


Security code
Refresh