HUT RI, Gandrung Akan Hipnotis Istana Negara

Mereka juga akan menari sambil membawa kipas besar berwarna merah putih yang merefleksikan semangat kemerdekaan.

Reporter : Ilex Vis

Radiovisfm.com, Banyuwangi - Ratusan penari akan menampilkan tari kreasi baru dari Jejer Gandrung dalam peringatan HUT kemerdekaan ke 72 RI di Istana Negara Jakarta pada 17 Agustus 2017 mendatang.

Hal itu di katakan oleh ketua rombongan, Budiyanto usai melepas ratusan penari gandrung di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi, Sabtu malam (12/8), untuk di berangkatkan ke Jakarta.

Sekitar 250 penari Gandrung beserta pemusik dan para periasnya bertolak ke ibu kota dengan menumpang 5 unit bus. Sementara khusus penari gandrung yang akan tampil di hadapan Presiden Joko Widodo tersebut adalah sebanyak 200 orang dari pelajar SMP dan SMA setingkat yang lolos seleksi.

“Mereka akan membawakan tari Jejer Kembang Menur, kreasi baru dari Tari Jejer Gandrung,” ujar Budiyanto.

“Rombongan ini juga membawa puluhan wiyogo (pemusik tradisional) dan 2 sinden yang akan mengiringi tarian mereka,” ungkapnya.

Budiyanto menjelaskan, tari ini menggambarkan keceriaan remaja putri dalam menyongsong masa depannya. Para penari akan mengenakan kostum Gandrung berwarna hitam dan merah dengan selendang merah dan kain panjang hitam.

“Mereka juga akan menari sambil membawa kipas besar berwarna merah putih yang merefleksikan semangat kemerdekaan,” kata Budiyanto.

“Para penari Gandrung nanti juga akan menampilkan formasi kolosal dengan gerakan yang lincah dan membentuk berbagai formasi,” imbuhnya.

Budiyanto memastikan, ratusan penari Gandrung Banyuwangi akan tampil all out untuk memberikan tampilan yang mengejutkan penonton, yang di nilai tidak kalah dengan Gandrung Sewu.

Tari Gandrung direncanakan akan tampil usai upacara Detik-Detik Proklamasi ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (17/8). Tari Gandrung Banyuwangi ditampilkan sebagai penutup rangkaian upacara kemerdekaan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan ini merupakan penghormatan bagi seluruh warga Banyuwangi karena Gandrung menjadi penampil dalam rangkaian upacara kemerdekaan RI.

“Apalagi ini merupakan kali kedua Gandrung manggung di Istana Negara. Setelah sebelumnya Presiden Jokowi mengundang Gandrung pada peringatan Sumpah Pemuda 20 Oktober 2016 lalu,” ungkap Bupati Anas.

Dia mengaku bangga terhadap pemerintah pusat yang terus mengapreasi budaya Banyuwangi dengan memberi kesempatan tampil di acara yang istimewa.

“Apalagi sekarang diberi ruang pada Upacara Kemerdekaan di mana semua tamu negara hadir dalam acara tersebut. Mulai tokoh-tokoh penting, para duta besar, hingga undangan dari negara lain,” tuturnya.

Bagi Bupati Anas, hal ini adalah kesempatan besar bisa mengenalkan budaya Banyuwangi.

Add comment


Security code
Refresh