Karnaval Kebangsaan Jadikan Jalan Protokol Lautan Budaya Indonesia

Pawai Karnaval Kebangsaan ini di ikuti 11 kelompok tingkat SMP, 12 tingkat SMA yang terbagi dalam 4 SMA dan 8 SMK.

Reporter : Ilex Vis

Radiovisfm.com, Banyuwangi - Ribuan pelajar dan masyarakat dari berbagai elemen mengikuti pawai Karnaval Kebangsaan yang di selenggarakan oleh Pemkab Banyuwangi, Minggu (13/8), dalam rangka memperingati HUT ke 72 RI.

Kegiatan tahunan ini mengambil start dari depan Kantor Pemkab Banyuwangi dan finish di Taman Blambangan, yang di buka langsung oleh Plt Sekretaris Daerah, Djajat Sudrajat di dampingi Kepala Dinas Pendidikan, Sulihtiyono serta Asisten Pembangunan dan Kesra, Agus Siswanto.

Berbagai kesenian dan suku budaya dari berbagai propinsi di Indonesia di tampilkan oleh para peserta, mulai dari suku Dayak, Madura, Bali, Jawa, Betawi hingga budaya Arab. Kesenian Ogoh Ogoh, Leak, Ondel Onle Jakarta juga Barongsai mewarnai perhelatan Karnaval Kebangsaan ini. Tidak ketinggalan juga, berbagai kesenian Banyuwangi juga di tampilkan para peserta seperti Barong, Tari Gandrung, Jaranan, Kuntulan dan Seblang.

Di hadapan para pejabat, mereka memperagakan budaya dan kesenian dari masing masing daerah selama kurang lebih 2 menit, untuk selanjutnya berjalan di sepanjang jalan protocol hingga ke garis finish.

“Keberagaman suku dan bangsa di Indonesia yang terangkum dalam Bhinneka Tunggal Ika, di aplikasikan dalam gelaran Karnaval Kebangsaan ini,” ujar Djajat Sudrajat.

Dia berharap, kegiatan ini bisa menanamkan rasa nasionalisme sejak dini terhadap para pelajar.

Sementara itu, selama kegiatan ini berlangsung, penonton di buat takjub dengan penampilan dan kreasi seni yang di tampilkan oleh para peserta pawai. Pasalnya, di sepanjang jalan yang di lewati, mereka juga memperagakan adat budaya dari setiap daerah.

Misalnya, Siswa Siswi SMP Negeri 2 Banyuwangi yang menampilkan suku Dayak, Kalimantan. Mereka menari dengan lihainya mengikuti alunan music tarian Dayak yang sudah di kreasikan. Selain itu, SMP Negeri 5 Banyuwangi menampilkan ritual Ma’nene, sebuah tradisi unik mengganti baju mayat dari masyarakat Toraja, Sulawesi Selatan.

Tidak ketinggalan juga, siswa siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri Banyuwangi menampilkan budaya arab. Dimana, seluruh peserta memakai busana arab sekaligus menampilkan keseniannya.

Pawai Karnaval Kebangsaan ini di ikuti 11 kelompok tingkat SMP, 12 tingkat SMA yang terbagi dalam 4 SMA dan 8 SMK. Selain itu juga di ikuti 4 komunitas yakni komunitas sepatu roda, komunitas Bhakti Sosial, komunitas Sadar Wisata dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak (Himpaudi) dari 26 Kecamatan Se Banyuwangi.

Add comment


Security code
Refresh