Rakor Satlak P4GN, Bahas Ideologi Pancasila Sampai Soal Rohingnya

Sosialisasi perang terhadap narkoba melalui media massa, yang di harapkan mampu menyadarkan masyarakat mengenai bahayanya mengkonsumi narkoba.

Reporter : Ilex Vis

Radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam rapat Satuan Pelaksana Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Satlak P4GN) yang di gelar di ruang rapat Kantor Kesbangpol Banyuwangi, Selasa (12/9), membahas tentang ideology Pancasila sampai Gerakan Peduli Rohingnya.

Seperti biasanya, agenda rutin bentukan Kesbangpol ini di hadiri oleh pihak kepolisian, TNI, serta sejumlah Dinas terkait juga LSM dan tim medis dari RSUD Genteng dan RSUD Blambangan Banyuwangi.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banyuwangi, Wiyono yang memimpin langsung jalannya rapat tersebut mengatakan, seiring dengan terus di lakukannya pemberantasan narkoba yang saat ini semakin meluas di kalangan masyarakat bahkan sudah merambah para pelajar Sekolah Dasar, di harapkan Pancasila harus tetap menjadi pondasi dan penyangga berdirinya NKRI.

“Seperti, Bendera Merah Putih, Lambang negara Garuda Pancasila sebagai semboyan Bhinneka Tunggal Ika serta lagu kebangsaan Indonesia Raya harus tetap di perjuangkan,” ujar Wiyono.

“Di harapkan adanya keterlibatan peran wanita di dalam memerangi narkoba,” imbuhnya.

Selain itu, juga melakukan sosialisasi perang terhadap narkoba melalui media massa, yang di harapkan mampu menyadarkan masyarakat mengenai bahayanya mengkonsumi narkoba.

Oleh karena itulah, Wiyono meminta kepada Bapeda untuk menambah anggaran sarana prasarana untuk menyuarakan pemberantasan narkoba, baik melalui rapat bersama, sosialisasi media massa serta melalui pemasangan baliho.

Sementara itu, pihak Dinas Pemuda dan Olah Raga memaparkan tentang rencananya pembentukan pemuda pelopor peduli narkoba, yang melibatkan para pelajar tingkat SMP dan SMA. Bahkan yang tidak kalah pentingnya, juga akan di bentuk pemuda peduli Rohingnya. Dimana, di butuhkan kepedulian para pelajar dengan menyisihkan uang jajannya tanpa ada unsur paksaan.

“Saya ingin ini juga di imbangi dengan kepedulian para instansi vertical pada jajaran Pemkab Banyuwangi, untuk melakukan gerakan yang sama,” ungkap Wiyono.

Sementara itu, dari Satuan Narkoba Polres Banyuwangi juga membahas tentang semakin meluasnya peredaran narkoba di kalangan pelajar utamanya obat daftar G, yang seharusnya penggunaannya melalui resep dokter, namun oleh para pemakainya di salah gunakan hingga melebihi dosis.

“Salah satunya yang lagi marak adalah obat Metadhon dan Trihexyphendil,” kata KBO Narkoba Polres Banyuwangi, Iptu Suryono Bhakti.

“Di harapkan segera di bentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Banyuwangi, untuk melakukan langkah pencegahan dan pemberantasan terhadap pencandu narkoba,” tuturnya.

Sementara, Dinas Kesehatan dan LSM KKBS menyoroti angka penderita HIV Aids di Banyuwangi yang masih menduduki peringkat ke 4 di jawa timur.

Sebelum menggelar rapat bersama, para anggota Satlak P4GN terlebih dahulu melaksanakan talkshow di Radio VIS fm untuk mengetahui aspirasi masyarakat terkait keberadaaan Satlak P4GN Banyuwangi.

Add comment


Security code
Refresh