Hutan Lahan Petak 80 RPH Bangsring Terbakar

Pada intinya, lahan dan hutan yang terbakar tersebut masih belum memberikan ancaman yang membahayakan, baik ke pemukiman penduduk maupun ke tanaman produksi.

Reporter : Ilex Vis

Radiovisfm.com, Banyuwangi - Terjadi kebakaran lahan hutan di wilayah Banyuwangi Utara, yang di duga akibat musim kemarau.

Lokasinya tepat berada di petak 80-A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bangsring dan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Watudodol Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi. Berdasarkan pantauan di lapangan dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perhutani, tanaman yang terbakar seluruhnya adalah jenis alang alang dengan ketinggian mencapai 4 meter lebih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharam mengatakan, setelah turun ke lapangan, ternyata lokasi kebakaran di nilai masih sangat jauh dari pemukiman penduduk maupun dari hutan produksi dan hutan lindung.

“Lokasinya sangat jauh dari lahan pertanian penduduk. Dan tanaman yang terbakar, seluruhnya jenis alang alang di hutan sekunder,” ungkap Eka.

“Jika di lakukan penanganan secara manual, akan membahayakan para personel yang melakukan pemadaman,” imbuhnya.

Pasalnya, apabila terjadi angin kencang kemudian berubah arah, maka di khawatirkan api justru akan mengarah kepada personel tersebut.

“Pada intinya, lahan dan hutan yang terbakar tersebut masih belum memberikan ancaman yang membahayakan, baik ke pemukiman penduduk maupun ke tanaman produksi,” papar Eka.

Dan upaya yang di lakukan pihak BPBD dan perhutani saat ini, hanyalah melakukan pemantauan dari jarak jauh dan kesiap siagaan agar kebakaran tersebut tidak meluas, terutama masuk ke area hutan produksi ataupun pemukiman penduduk.

“Pada musim kemarau seperti saat ini, ada 2 peristiwa yang menjadi prioritas BPBD sesuai dengan potensi ancamannya, yakni kekeringan serta kebakaran lahan dan hutan,” tutur Eka.

Untuk penanganan kebakaran lahan dan hutan, BPBD berkoordinasi dengan pemangku kepentingan hutan yakni perhutani dan BKSDA serta TNI dan Polri. Sebagai langkah awal menurut Eka, pihaknya melakukan pemantauan sebagai kesiap siagaan.

“Jika di temukan ada titik api, maka BPBD bisa mengetahuinya melalui aplikasi Hotspot guna memantau lokasi titik apinya, serta seberapa jauh ancamannya,” kata Eka.

Sementara itu, berdasarkan pantuan BPBD, terhitung sejak Agustus hingga September 2017, di sejumlah wilayah di Banyuwangi sudah terjadi beberapa titik api yang menunjukkan adanya kebakaran lahan dan hutan, utamanya di wilayah Banyuwangi utara.

Dan untuk kebakaran yang terjadi di area petak 80 tersebut, terjadi sejak senin malam (11/9) hingga selasa (12/9).

Add comment


Security code
Refresh