5 Tim Terkuat di Asia Ramaikan ITdBI 2018

Para pebalap bertarung pada ITdBI 2018

Olahraga
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kompetisi balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 akan diikuti 19 tim pembalap dari 25 negara.

Mereka terdiri atas 15 tim luar negeri (termasuk continental team yang merupakan divisi tiga balap sepeda dunia) dan 4 tim dalam negeri. Seperti St. George Continental dari Australia, Kinan Cycling Team dari Jepang, Terengganu Cycling Team Malaysia, Team Sapura Malaysia, dan Ningxia Sports Livial dari China.

Selain lima tim kuat Asia tersebut, ada 14 tim lainnya yang akan berlomba menjadi yang terbaik dalam ITdBI 2018, yakni Nex CCN Cycling Team dari Laos, FORCA Amskin dari Korea, Global Cycling Team dari Belanda, PCS CCN Cycling team Belanda, Thailand Continental Cycling Team, PGN Road Cycling Team Indonesia, Bike Life Dongnai Vietnam, KFC Cycling Team Indonesia, Advan Customs Cycling Team Indonesia, 7Eleven Philipina, Trengganu Cycling Team Malaysia, Java Partizan Serbia, Team McDonald Downunder Australia, Uijeongbu City Team Korea dan Banyuwangi Road Cycling Club (BRCC) Team Indonesia.

Sementara, Kinan Cycling Team saat ini menduduki peringkat satu Asia Tour. ITdBI yang masuk kategori 2.2 ini digelar dalam empat etape mulai Rabu hingga Sabtu (26-29/9) dengan total lintasan sepanjang 599 km.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan seluruh rute yang di lewati pebalap tersaji lengkap, mulai pedesaan, perkebunan, pegunungan, hingga pantai. Juga akan ditunjukkan keramahan warga.

“Ini sesuai dengan konsep sport tourism ITdBI, di mana ajang olahraga berpadu dengan strategi pengembangan pariwisata,” ujar Bupati Anas.

“Kami mengupayakan titik start dan finish yang berbeda disetiap tahunnya,” imbuhnya.

Seperti tahun ini, pemerintah ingin mengenalkan pembalap di dua lokasi paling ujung di Banyuwangi, seperti di Desa Sarongan dan Kecamatan Kalibaru.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Banyuwangi, Wawan Yadmadji mengatakan, rute tanjakan Ijen bakal menjadi penentu jawara diletakkan di etape terakhir.

“Total ascend (tanjakan) pada tahun ini sekitar 4.000 meter lebih banyak dibanding tahun kemarin. Sehingga pembalap harus pandai atur strategi, terutama di rute tiga dan rute empat,” papar Wawan.

Dikatakan Chairman ITdBI, Guntur Priambodo, pada etape pertama (153,1 km) dari Kantor Pemkab dan finish di Rowo Bayu, Songgon, para pembalap akan langsung disuguhi rute menanjak di kawasan Sragi Songgon hingga finish di ketinggian sekitar 700 mdpl. Tanjakannya sudah masuk kategori dua dengan panjang tanjakan 10 km lebih.

“Di sini, nantinya sudah bisa dilihat siapa saja yang tergolong climber dan mereka bisa langsung mencari gap waktu,” kata Guntur.

Masuk etape kedua (179,3 KM) pembalap akan melintasi rute flat. Titik start dari Stasiun Kalibaru dan kembali finish di Kantor Pemkab. Jika etape pertama memiliki tanjakan di akhir rute, tidak demikian halnya di etape kedua.

“Ini adalah etape para sprinter. Meski flat, ini merupakan rute terpanjang, sehingga cukup menguras tenaga. Dan ini kesempatan bagi sprinter untuk mencuri poin,” papar Guntur.

Di etape tiga (139,4 KM), lanjut Guntur, tergolong rute berat karena rutenya selain ada tanjakan pembalap juga ada rolling. Rute ini mengambil start di RTH Maron Genteng.

“Pembalap akan mulai menanjak di kawasan Songgon, lalu naik turun kemudian naik lagi di daerah Pakel untuk finish di Kantor Pemkab Banyuwangi,” ungkap Guntur.

Etape empat (127,2 KM), dengan rute Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran dan finish di Paltuding, Ijen. Dari awal start para pembalap sudah akan melewati tanjakan di daerah Kandangan.

“Banyak rute tanjakan yang akan dilewati hingga mereka menyusuri rute kaki Gunung Ijen,” pungkas Guntur.

 

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.