Taklukkan Tanjakan Ijen, Pembalap Australia Benjamin Dyball Juara Umum ITdBI etape 4

Benjamin Dyball mencapai garis finish di Paltuding Ijen, Sabtu (29/9)

Olahraga
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pembalap Australia menjadi juara umum di kompetisi balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 etape 4, Sabtu (29/9) setelah berhasil menaklukkan tanjakan menuju kawah Ijen yang tergolong terekstrim di Asia.

Dia adalah Benjamin Dyball bernomor punggung 93 dari tim St George Continental Cycling Australia, menjadi yang tercepat sejak start di Pasar Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran dan finish di Paltuding Kawah Ijen di lintasan sepanjang 127,2 KM dengan catatan waktu 3 jam 49 menit 44 detik.

Selisih waktu 47 detik dari pemenang etape ketiga Jesse Ewart (Tim Sapura Cycling Malaysia) dan Thomas Lebas (Tim Kinan Cycling Jepang) sekitar 1 menit 4 detik dinilai sudah cukup membuatnya tidak terkejar di papan klasemen general classification.

Dyball menguasai ITdBI 2018 mulai etape pertama hingga empat dengan catatan waktu total 15 jam 8 menit 7 detik. Berselisih 58 detik dari Ewart dan 1 menit 14 detik dari Lebas. 

Seperti prediksi sebelumnya, tiga pembalap climber terbaik tersebut bertarung habis-habisan di etape terakhir. Ewart, Lebas, dan Dyball saling menempel sejak 20 kilometer terakhir.

Namun, pada 7 km terakhir Dyball meninggalkan Ewart, pesaing terdekatnya, setelah lebih dulu melewati Lebas. Dyball, pembalap 29 tahun tersebut mengaku sebenarnya tidak berencana attack dan dia hanya fokus pada pace dan ritmenya sendiri.

Dyball awalnya mewaspadai Lebas dalam persaingan etape pemungkas mendaki tanjakan terberat dalam standar federasi balap sepeda dunia, hors categorie, tersebut. Namun, ternyata bukan Lebas yang menempelnya ketat. Justru Ewart yang sehari sebelumnya memenangi etape tiga.

“Sejak stage 1 hingga 4 terutama yang terakhir, cukup berat utamanya angin dan cuaca panas. Karena itulah, saya mengatur strategi dan attack bersama tim,” papar Dyball.

“Semua etape sangat bagus dan dia menjaga energinya dengan menyiapkan makan dan minum yang cukup,” imbuhnya.

Kemenangan Dyball tak hanya mencatatkan namanya sebagai juara umum pada debutnya di ITdBI. Tapi juga memperpanjang capaian impresif St George Continental di sejumlah race di Indonesia.

Sebab, sebelumnya di Tour de Siak 2018 mereka juga mendominasi balapan. Mereka merebut juara umum, etape, sekaligus juara tim.

Di ITdBI 2018, tim asal Australia itu kembali mengulanginya. Selain juara general classification, mereka menjadi juara tim dan juara etape pertama atas nama Marcus Culey.

Bahkan, kekuasaan Culey di general classification tidak tergantikan sejak kemenangan di hari perdana ITdBI itu sampai akhirnya dikudeta rekannya sendiri.

Begitu juga status sebagai raja tanjakan. Gelar King of Mountain diberikan kepada Benjamin Dyball.

Sementara itu, untuk dua kategori lainnya, pembalap Indonesia Jamalidin Novardianto (PGN Road Cycling Team) menjadi sprinter terbaik (green jersey). Khusus untuk kategori pembalap Indonesia terbaik alias red and white jersey, rekan setim Jamalidin, Jamal Hibatullah, menjadi pembalap Merah Putih terbaik.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.