Jaga Stamina, Pembalap ITdBI Konsumsi ini.

Niels Van Der Pijl, pembalap Belanda dari PCS Cycling Team

Olahraga
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk menjaga stamina agar tetap kuat selama mengikuti kompetisi balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), para pembalap mengkonsumsi sejumlah makanan bernutrisi tinggi.

Pada ITdBI 2018 ini, para pembalap harus menempuh lintasan sejauh 599 KM selama 4 hari yang terbagi dalam 4 etape. Dan tentunya ini dibutuhkan stamina yang kuat untuk bisa menyelesaikan perhelatan yang telah masuk dalam level 2.2 terbaik di Asia tersebut.

Lantas, apa saja yang dikonsumsi para pembalap untuk menjaga daya tahan tubuh mereka?

Vera Shafira, Director Operational eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi, mengatakan, setiap makan malam dan sarapan pihaknya menyiapkan ratusan omelet telur untuk konsumsi para pembalap. 

“Sekali makan, pembalap itu bisa menghabiskan enam hingga delapan omelet telur,” ujar Vera.

Dia mengatakan, di eL Royale terdapat sekitar 105 tamu yang terlibat di ITdBI. Mulai dari pembalap, official, tim teknis lainnya. Tiap penyajian makan malam dan sarapan, para pembalap meminta menu khusus. Dan permintaanya lebih banyak telur juga daging.

“Untuk karbohidratnya, nasi dan pasta harus selalu ada. Roti juga disediakan banyak. Selain itu, makanan tidak boleh pedas,” papar Vera.

Menurut Vera, para pembalap lebih menyukai omlet. Pernah disiapkan telur rebus, hanya beberapa pembalap yang mengonsumsi. 

Oleh karena itulah, Vera mengaku pihaknya selalu menyiapkan ratusan telur untuk omlet di setiap makan malam dan sarapan. Dan ini tidak pernah ada komplain dari panitia tentang menu disajikan.

“Selain itu, buah-buahan juga harus tersedia untuk pembalap dan mereka banyak yang menyukai semangka,” tutur Vera.

Chairman ITdBI 2018, Guntur Priambodo, mengatakan saat balapan, mereka membutuhkan nutrisi kompleks. Seperti, makanan tinggi protein, karborhidrat rendah glukosa, elektrolit, dan vitamin yang bisa membentuk otot-otot neurotrophic.

“Rute ITdBI sangat panjang ditambah cuaca yang panas selama empat etape,” kata Guntur.

“Setiap satu jam energi pembalap habis, sehingga perlu asupan nutrisi tepat waktu,” imbuhnya.

Nutrisi ini seperti vitamin, karbohidrat murni yang bisa didapat dari oatmeal, beras merah, kacang-kacangan, buah pisang, dan kurma. Air minum dan susu murni juga menjadi faktor penting. 

Guntur menjelaskan, setiap satu jam, harus ada nutrisi masuk tubuh. Apalagi saat balapan jangan sampai terlambat, agar tidak terjadi defisiensi karbohidrat yang bikin tubuh melemah.

Untuk menjaga asupan nutrisi, Niels Van Der Pijl, pembalap Belanda dari PCS Cycling Team selalu membawa dua pisang, dua snack power bar, dan satu botol minuman elektrolit yang diselipkan di belakang kaosnya selama balapan untuk mengganti energy yang hilang.

“Tapi sesekali saya juga mencoba kuliner khas nusantara,” ujar Niels.

Seperti yang dilakukannya sesaat sebelum ikut lomba di etape tiga. Sambil ngopi, Niels bersama rekan-rekannya satu tim membeli krupuk ikan yang dijajakan oleh pedagang keliling.

“Kopi Banyuwangi cukup enak,” pungkasnya.

Tidak hanya dari Belanda, sejumlah pembalap lain dari Eropa dan Jepang sering terlihat ngopi di warung-warung sekitar lokasi start. 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.