ITdBI Masuk Level 2.2 Terbaik Asia

Para Pembalap ITdBI melewati salah satu rute

Olahraga
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI) menilai, kualitas kompetisi balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) masuk dalam level 2.2 terbaik Asia.

Director ITDBI, Jamaluddin Mahmood, mengatakan, digelar sejak 2012, kualitas balap sepeda internasional level 2.2 yang telah masuk agenda rutin UCI itu terus meningkat. Sehingga berdampak pada kemudahan mengundang tim mancanegara. 

“Jika sebelumnya untuk mengundang tim, Banyuwangi harus subsidi. Tapi saat ini mereka langsung datang. Seperti Kinan Cycling Team, juara Asia Tour, ikut tanpa subsidi,” papar Jamal.

“Yang terpenting mereka bisa datang balapan dan menambah poin UCI,” imbuh Warga Malaysia yang malang-melintang menangani ajang balap di berbagai negara tersebut.

Dia menjelaskan, saat ini ITdBI sudah digolongkan sebagai balap level 2.2 terbaik bahkan di Asia. Level 2.2 sendiri adalah tiga tingkat di bawah World Tour Team seperti Tour de France.

“Selain Banyuwangi, ada China, Jepang, Hongkong, Langkawi juga Kazakhstan,” ungkap Jamal.

Predikat terbaik tersebut diberikan karena kualitas lomba. Begitu juga antusiasme penonton yang tinggi, namun trafik tetap terjaga. Dan yang tidak kalah penting adalah nilai jual event berkat dukungan media.

“Saya optimistis, ITDBI makin banyak diramaikan tim mancanegara, apalagi fasilitas di Banyuwangi terus tumbuh,” kata Jamal.

“Jika sebelumnya karena keterbatasan hotel, tim hanya membawa 5 pembalap, tapi kini hotel di Banyuwangi tambah banyak dan setiap tim bisa mengirimkan 6-7 orang pembalap sehingga bisa mencapai 22 tim yang ikut kompetisi ini,” papar Jamal.

Salah satu pembalap yang sangat senang ikut kompetisi ITdBI ini adalah Benjamin Dyball. Dia bersama timnya yang tergabung dalam St George Continental Cycling Australia sangat menikmati seluruh rute.

“Banyuwangi indah, saya suka makanannya,” kata Dyball.

Pada ITdBI 2018 ini, Benjamin Dybal merupakan juara umum.

Para commissaire (juri) dari Federasi Balap Sepeda Dunia alias UCI (Union Cycliste Internationale) kompak menilai ITDBI 2018 berjalan sukses. Seperti yang di sampaikan juri asal China, Zhao Jinshan yang mengaku ITDBI adalah pelaksanaan terbaik lomba balap sepeda 2.2 yang pernah dia ikuti.

Sementara, juri asal Jepang, Tsunenori Kikuchi mengatakan, ini merupakan salah satu balap sepeda kategori 2.2 terbaik, tidak hanya di Asia, namun di dunia.

“Saya selalu suka suasana Gunung Ijen,” tutur Kikuchi.

Commissaire Michale Robb dari Irlandia mengatakan, dirinya telah banyak mengikuti balap sepeda mewakili UCI.

“Rute yang disajikan Banyuwangi lebih bagus dibanding berbagai negara. Misalnya, rute tanjakan menuju Gunung Ijen,” ujar Micky.

Rute ini salah satu terekstrem di Asia karena melalui tanjakan berketinggian 1880 meter di atas permukaan laut dan tingkat elevasi 20 persen. Rutenya menyajikan kemiringan lereng 45 derajat.

“Rute di ITdBI mirip dengan kejuaraan World Tour yang pernah di ikutinya, salah satunya Giro Italia yang Excellent route,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas berterima kasih atas dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan ITDBI.

“Dari tahun ke tahun kami terus berbenah,” kata Bupati Anas.

“Bagi saya, ITDBI bukan hanya ajang olahraga berbalut wisata, tapi juga bagian dari konsolidasi perbaikan infrastruktur dan pengungkit ekonomi daerah,” paparnya.

Bupati Anas juga mengaku, perhelatan ITdBI ini dipastikan akan kembali di gelar di tahun 2019 mendatang.

Sementara untuk di 2018, ITdBI di gelar selama 4 hari sejak 26 hingga 29 September yang terbagi dalam 4 etape dengan total jarak tempuh 599 KM.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.