menu Home chevron_right
Banyuwangi

Anggota Perguruan Silat Meninggal, Polisi : Sebelum Pengeroyokan, Mereka Saling Tantang

Ilex | 24 April 2024

radiovisfm.com – Dari hasil pengembangan penyidikan kepolisian, sebelum terjadi tragedy penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia, terlebih dahulu antara pelaku dan korban yang merupakan dua anggota perguruan silat berbeda di Banyuwangi tersebut sering saling tantang lewat media sosial.

Hal itu terungkap dari konfrensi pers yang di gelar Wakapolresta Banyuwangi AKBP Dewa Putu Eka Darmawan di Mapolresta Banyuwangi, Rabu (24/4/2024).

Dalam peristiwa ini, satu korban berinisial AYP (20) warga Kecamatan Srono, Banyuwangi meninggal dunia dengan mengalami sejumlah luka parah pada kepala dan wajah serta beberapa bagian tubuhnya akibat di aniaya oleh 5 orang pelaku. Yakni MRIP (27) sebagai pelaku utama, MDA (43), MBP (18), MRNS (19) dan AE (21), seluruhnya laki-laki warga Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

Wakapolresta Banyuwangi mengatakan, peristiwa ini terjadi di kawasan Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi di wilayah perkampungan dari para pelaku.

“Awalnya, sejak November 2023 lalu korban dan pelaku MRIP sering saling tantang lewat media sosial Whatssapp. Dimana, keduanya berasal dari dua perguruan silat yang berbeda di Banyuwangi,” kata AKBP Dewa.

Lalu pada tanggal 19 April 2024 sekira pukul 22.29 WIB, korban menelphon pelaku MRIP dan berjanjian untuk bertemu. Selanjutnya, korban bersama kedua temannya datang ke rumah MRIP. Disinilah, korban mengawali menendang perut MRIP.

“Di lokasi sudah ada beberapa orang teman MRIP yang kemudian ikut serta melakukan pemukulan berkali kali di wajah dan mulut korban. Yaitu MDA, MBP, MRNS dan AE. Bahkan, pelaku MRIP sempat mencekik leher korban dan menyeretnya keluar halaman,” papar Wakapolresta.

Pada saat itulah, pelaku MRIP mengacungkan celurit dan diarahkan kepada kedua teman korban agar tidak ikut membela.

“Celurit itu mereka bawa untuk menakut-nakuti korban,” imbuh AKBP Dewa.

Disaat yang bersamaan, pelaku kembali memukuli wajah korban dan menginjaknya di area antara kepala dan leher sebelah kiri. Setelah sebelumnya korban mendapat pukulan bertubi tubi dari para pelaku lainnya.

“Akibat luka-luka yang dialaminya, korban meninggal dunia dengan kondisi sangat mengenaskan. Setelah dapat laporan dari orang tua korban, polisi bergerak cepat menangkap para pelaku,” tutur Wakapolresta.

Kini, ke lima pelaku diamankan di Mapolresta Banyuwangi. Sekaligus diamankan sejumlah barang bukti termasuk sebilah celurit. Atas semua perbuatannya, kelima pelaku dijerat pasal 184 KUHP atau pasal 351 KUHP atau pasal 170 KUHP karena melakukan pengeroyokan secara bersama sama, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun.

Serta UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951 tentang senjata tajam dengan hukuman penjara paling lama 12 tahun.

Written by Ilex

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply






  • play_circle_filled

    Radio VIS FM Banyuwangi
    Radio VIS FM

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play