menu Home chevron_right
Tak Berkategori

Tak Main-Main, Banyuwangi Serius Dampingi Korban Rudapaksa

Ilex | 3 Mei 2024

radiovisfm.com – Pemkab Banyuwangi intensif melakukan pendampingan pada korban rudapaksa yang terjadi di kawasan Pantai Pulau Merah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Pemkab Banyuwangi terus melakukan pengawasan terhadap korban dan pihak keluarga, serta memastikan proses hukum kasus ini tetap berjalan.

“Kasus ini tetap jadi atensi pemerintah daerah. Hingga saat ini kami terus berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH). Serta memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai undang-undang,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Banyuwangi, Henik Setyorini.

Sejak kasus ini terungkap, kata Henik, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Banyuwangi terus melakukan pendampingan kepada korban dan keluarganya. Termasuk saat keluarga tersangka hendak melakukan upaya damai dengan jalan menikahkan korban dengan pelaku, bahkan membawa keluarga korban ke kediaman tersangka.

“Itu bukan solusi. Berdasarkan pengakuan keluarga, korban diajak menginap di rumah salah satu tersangka untuk menyelesaikan kasus secara damai dengan cara pernikahan. Keluarga korban menolak, meminta kami untuk melakukan pendampingan,” papar Henik.

Akhirnya kata Henik, pihaknya menjemput korban dan keluarganya dari rumah tersangka. Bupati Ipuk Fiestiandani juga terus memberi atensi, pihaknya diinstruksikan harus berada di pihak korban.

“Ini tak boleh terjadi karena bertentangan dengan hukum, apalagi korban tidak berkenan. Kami langsung mengantisipasi dengan menjemput korban dan keluarganya. Saat ini korban telah kembali ke rumahnya dengan tetap dipantau P2TP2A,” jelas Henik.

“Hingga kini P2TP2A intensif melakukan pendampingan,” imbuhnya.

Diinformasikan, sebelumya seorang remaja putri mendapat tindakan asusila dari dua pemuda saat berwisata di Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Remaja malang itu berinisial LJL (17) berasal dari Kecamatan Srono, Banyuwangi.

Kapolsek Pesanggaran, Banyuwangi, AKP Lita Kurniawan mengatakan korban mendapat tindakan tidak senonoh saat tengah nongkrong bersama sejumlah temannya pada malam hari di pinggiran pantai Pulau Merah.

“Saat ini, kedua pelaku sudah berhasil kami amankan, ditahan di Mapolsek Pesanggaran,” ungkap Kapolsek.

Kedua pelaku itu berinisial EK (21) dan DPP (20). Mereka adalah warga lokal beralamat di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

AKP Lita menjelaskan korban datang ke pulau merah dengan tujuan berwisata dan berswafoto. Setelah itu korban dan teman-temannya nongkrong dipinggir pantai sembari memakan camilan. Mendadak datang kedua pelaku. Tanpa basa-basi para pelaku meminta sejumlah uang.

“Para pelaku diberi uang Rp 100 ribu oleh korban dan temannya. Setelah diberi uang, para pelaku tak langsung pergi. Mereka justru mengincar korban,” jelas AKP Lita.

Mereka menjambak rambut korban dan menyeret korban. Keduanya memaksa korban melepaskan pakaiannya lalu berbuat tidak senonoh. Teman korban tak bisa berbuat banyak.

Usai itu, dalam kondisi korban yang masih lemas, para pelaku membonceng korban dan membawa ke tempat yang lebih sepi. Disana korban kembali mendapat perlakuan tindakan asusila dari para pelaku secara bergiliran.

“Peristiwa ini terjadi di dua tempat. Insiden itu kemudian dilaporkan ke Polsek Pesanggaran,” ujar Kapolsek.

Tidak butuh waktu lama polisi berhasil mengamankan kedua pelaku. Yang selanjutnya dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolsek Pesanggaran, Banyuwangi.

Written by Ilex

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply






  • play_circle_filled

    Radio VIS FM Banyuwangi
    Radio VIS FM

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play