menu Home chevron_right
Banyuwangi

Puluhan Ribu Pelaku UMKM di Banyuwangi Telah Terfasilitasi Sertifikasi Halal

Ilex | 8 Mei 2024

radiovisfm.com – Sejak 2021 Pemkab Banyuwangi memfasilitasi sertifikasi halal gratis pada puluhan ribu pelaku UMKM.
Tahun ini berkolaborasi dengan Kementrian Agama bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), Banyuwangi kembali memberikan pendampingan kepada seribu UMKM untuk mendapat sertifikasi halal gratis.

Para pelaku usaha mikro telah melakukan proses pendaftaran dimulai sejak Maret hingga Mei 2024 mendatang. Hingga kini seribu lebih UMKM yang memanfaatkan fasilitas ini.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan dengan sertifikat halal dapat membuka peluang UMKM bersaing ke pasar global.

“Kepemilikan sertifikat halal dapat menjamin bahwa produk yang dijual berkualitas. Ini dapat membuka peluang pasar yang lebih luas lagi,” ungkap Bupati Ipuk.

Dalam proses penerbitan sertifikat halal ini, pemkab didukung Kemenkop UKM lewat program #KitaHalalinAja. Program ini digeber Kemenkop di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, pada 24 April 2024 lalu.

Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Menkop UKM Bidang Produktivitas dan Daya Saing, Herbert Siagian.

Sejak 2021 fasilitasi sertifikasi halal di Banyuwangi telah diikuti oleh 11.361 UMKM. Dari jumlah tersebut yang telah berhasil diterbitkan sebanyak 10.928 sertifikat. Program pengurusan sertifikat halal dengan skema self declare ini merupakan program sertififikasi halal yang diperuntukkan bagi produk makanan dan minuman yang tidak mengandung unsur hewan hasil sembelih. Seperti makanan dan minuman dalam kemasan.

Dalam kesempatan itu, simbolis diserahkan 500 lebih sertifikat halal self declare kepada pelaku UMKM yang telah melakukan pendaftaran sebelumnya.

Selain itu, juga diserahkan sertifikat halal kepada 8 Rumah Pemotongan Hewan (RPH), yang telah lolos audit sertifikasi halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH), Kementerian Agama RI.

“Ke depan kami juga akan mengupayakan sertifikasi halal bagi rumah pemotongan unggas (RPU), sehingga pengurusan sertifikat halal juga bisa dilakukan untuk produk makanan dan minuman yang mengandung produk hewan,” jelas Bupati Ipuk.

Sementara Herbert mengapresiasi Pemkab Banyuwangi dan berbagai pihak yang mendukung kesuksesan program pemerintah ini.

“Sertifikasi halal dapat meningkatkan kepercayaan konsumen hingga membuka peluang pemasaran yang lebih luas terhadap produk pelaku UKM,” kata Herbert.

“Dengan sertifikasi halal ini harapannya dapat berdampak positif bagi perkembangan usaha mikro serta mendorong perekonomian lokal maupun nasional,” imbuhnya.

Herbert menjelaskan, program sertifikasi halal self declare di Banyuwangi ini, mendukung pemenuhan target 10 juta produk UMKM bersertifikat halal pada Oktober 2024 yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Ditambahkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, tahun ini Pemkab Banyuwangi membuka pendaftaran untuk kuota minimal 1000 UMKM secara gratis.

“Maksimal satu minggu jadi. Bagi yang belum sempat mendaftar kali ini, masih bisa mendaftar secara online di bit.ly/halalbwi atau bisa menghubungi Pendamping Proses Produk Halal (PPPH),” pungkas Nanin.

Written by Ilex

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply






  • play_circle_filled

    Radio VIS FM Banyuwangi
    Radio VIS FM

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play