menu Home chevron_right
Banyuwangi

Ngantor di Desa Banyuanyar, Bupati Ipuk Gali Potensi Desa Untuk Dikembangkan

Ilex | 9 Mei 2024

radiovisfm.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali melaksanakan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) yang kali ini digelar di Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru.

Di desa ini Bupati Ipuk menggali berbagai potensi di desa untuk didukung dan dikembangkan lebih lanjut, terutama di sektor pertanian yang menjadi potensi utama di desa ini.

Desa Banyuanyar terletak di lereng Gunung Raung memiliki hawa yang sejuk, sehingga sangat cocok untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian. Seperti kopi, sayur mayur, buah-buahan, hingga hewan ternak khususnya domba, serta beragam potensi lainnya.

Bupati Ipuk bertemu dan berdialog dengan kelompok peternak domba. Desa ini dikenal sebagai salah satu sentra domba di Banyuwangi. Terdapat total populasi domba sekitar 5.000 ekor. Ada domba Sopas, Dormas, juga ras ekor gemuk.

Saat mengunjungi paguyuban ternak domba di desa tersebut, Bupati Ipuk mengaku ini sangat bagus.

“Saya akan minta dinas pertanian untuk mendampingi terus, dan memberikan pelatihan-pelatihan bagi para peternak. Misalnya pelatihan pembuatan kompos ataupun pembuatan pakan ternak,” ujar Bupati Ipuk.

Banyuanyar juga dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Luasan kebun kopi rakyat di desa ini 50,82 ha dengan produksi antara 3 kwintal hingga 1,5 ton. Di desa ini memiliki kopi andalan yakni kopi Yellow dan Orange Bourbound. Biji kopi ini berwarna kuning dan oranye yang merupakan biji kopi peninggalan zaman Belanda.

“Untuk kopi, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan bisa membantu untuk branding dan packaging, agar pasarnya lebih luas. Kopi ini bisa menjadi khas Kalibaru,” tutur Bupati Ipuk.

Bupati Ipuk juga mengunjungi sentra pertanian, yang berada di Dusun Lekap pekarangan. Warga di dusun ini mayoritas menanam sayur mayur di lereng gunung Raung, secara tumpangsari di kebun tanaman kopi. Sayur mayur yang dihasilkan dari sini dipasok ke berbagai pasar di Banyuwangi.

Selain itu, bunga desa ini dimanfaatkan Bupati Ipuk untuk belanja masalah, mengetahui permasalahan desa setempat untuk dicarikan solusinya. Seperti meninjau program jemput bola layanan kesehatan bagi lansia.

“Saya ingin pastikan bahwa warga lansia terutama yang sebatang kara rutin dijenguk dan diperiksa petugas kesehatan. Karena mereka tidak memungkinkan berobat ke puskesmas,” ungkap Bupati Ipuk.

Dalam kesempatan ini, Bupati Ipuk mengunjungi rumah Mbah Midia, lansia yang hidup seorang diri.

Bupati Ipuk juga bertemu dengan insan kesehatan dan pendidik di desa setempat untuk sharing terkait masalah pendidikan dan kesehatan.

Selama berkantor di desa, juga diselenggarakan layanan publik, seperti administrasi kependudukan, perizinan usaha mikro berbasis OSS, perpajakan hingga tes kesehatan, konseling, pelatihan UMKM, dan lainnya.

Saat Bunga Desa di Banyuanyar, Bupati Ipuk juga melakukan sholat berjamaah bersama warga setempat. Momentum ini dimanfaatkan Bupati Ipuk sebagai ajang silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat.

Written by Ilex

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply






  • play_circle_filled

    Radio VIS FM Banyuwangi
    Radio VIS FM

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play