menu Home chevron_right
Banyuwangi

Hore. BEC 2024 Kembali Digelar di Wilayah Banyuwangi Kota

Ilex | 12 Juni 2024

radiovisfm.com – Berdasarkan hasil kajian dan masukan dari sejumlah pihak, perhelatan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2024 kembali digelar di wilayah Banyuwangi Kota, setelah sebelumnya direncanakan dilaksanakan di area Kecamatan Genteng.

Rangkaian perhelatan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2024 ini dilaksanakan mulai 9 Juli hingga 14 Juli 2024.

BEC 2024 mengusung tema “The Revival of Village” atau Ndaru Ndeso yang mengangkat potensi Desa Wisata di Banyuwangi untuk dikenalkan ke tingkat nasional dan internasional.

Kepala Bidang Pemasaran pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Ainur Rofiq mengatakan, rencananya, kegiatan BEC 2024 akan dilaksanakan di wilayah Banyuwangi selatan, tepatnya dengan start dari Lapangan Maron Kecamatan Genteng.

“Namun setelah kami melakukan kajian dan mendapat masukan dari berbagai pihak, maka secara tekhnis masih belum memungkinkan untuk dilaksanakan di kawasan Kecamatan Genteng,” ujar Rofiq.

“Ini disebabkan karena rute yang dilalui di wilayah setempat akan melewati pasar yang menjadi pusat perekonomian masyarakat. Juga akan ada penutupan akses aktifitas orang ke dua rumah sakit, yakni RSUD Genteng dan Rumah Sakit Al-Huda Kecamatan Gambiran,” paparnya.

Menurut Rofiq, hal itu menjadi pertimbangan semua pihak, sehingga Bupati Ipuk Fiestiandani memutuskan agar pelaksanaan BEC tahun ini masih tetap dilaksanakan di wilayah Kecamatan Banyuwangi kota.

Meski demikian, Rofiq meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena beberapa festival direncanakan akan di gelar di daerah Banyuwangi selatan. Seperti di Kecamatan Purwoharjo, Genteng, Gambiran serta beberapa kecamatan lainnya.

“Namun khusus untuk BEC, secara tekhnis masih belum memungkinkan untuk dilaksanakan di kawasan Kecamatan Genteng,” tutur Rofiq.

Dijelaskan Rofiq, apabila rute BEC 2024 dimulai start dari Lapangan Maron sampai dengan lampu merah depan masjid besar di Kecamatan Genteng, maka paling tidak akan terjadi krodit lalu lintas di depan RSUD Genteng. Kemudian ke arah Jajag harus ada penutupan lalu lintas dan pengalihan.

“Sehingga itu akan menganggu aktifitas masyarakat ke rumah sakit Al-Huda Gambiran. Ketika ada emergency sangat membahayakan. Kemudian ada aktifitas jamaah di masjid Jami’ dan didepannya menjadi akses yang dilalui para peserta BEC. Sementara tidak ada akses lain untuk menuju ke Masjid,” jelas Rofiq.

Selain petimbangan masjid dan akses ke kedua rumah sakit kata Rofiq, juga ada pertimbangan lain seperti fasilitas parkir para tamu undangan dinilai belum terpenuhi. Serta terganggunya aktifitas perekonomian di pasar.

Rofiq menambahkan, dengan berbagai pertimbangan itu, maka perhelatan BEC di tahun 2024 ini kembali dilaksanakan diwilayah Banyuwangi kota, dengan start dari depan Hotel Blambangan atau sisi selatan RTH Taman Blambangan dan finish di depan kantor Kecamatan Banyuwangi sejauh 2 kilometer.

Setelah dari start, peserta melewati jalan Dokter Sutomo, Simpang Lima lalu berbelok ke arah jalan Ahmad Yani. Rute BEC ditahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena kini tengah dilaksanakan pembangunan pasar Banyuwangi dan Inggrisan.

“Jumlah peserta yang mengikuti BEC 2024 ini sebanyak 130 orang perwakilan dari seluruh desa di Banyuwangi. Tapi kemungkinan jumlah ini akan bertambah sekitar 150 peserta. Karena dari beberapa hotel telah melakukan konfirmasi untuk ikut berpartisipasi,” imbuh Rofiq.

Written by Ilex

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply






  • play_circle_filled

    Radio VIS FM Banyuwangi
    Radio VIS FM

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play