menu Home chevron_right
Banyuwangi

Di Banyuwangi, Peternak Manfaatkan Kotoran Hewan Jadi Biogas dan Slurry

Ilex | 2 Juli 2024

radiovisfm.com – Para peternak di Banyuwangi terus melakukan upaya kreatif dengan memanfaatkan limbah ternak menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Salah satunya peternakan domba (sopas) di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran yang memanfaatkan kotoran hewan ternak menjadi biogas dan slurry (pupuk organik cair). Dengan cara ini limbah dari peternakan menjadi nol persen.

Di Desa Sumbermulyo terdapat peternakan domba yang menjadi rumah produksi biogas dan bio-slurry. Rumah produksi tersebut dikelola oleh para petani dan peternak Kelompok Tani Sumber Rejeki.

Biogas dimanfaatkan menjadi bahan bakar pengganti LPG untuk memasak. Saat ini beberapa rumah di sekitar peternakan telah menggunakan biogas untuk kebutuhan memasak. Mereka juga menggunakan biogas untuk kebutuhan penerangan.

Selain menjadi biogas, kotoran hewan ternak tersebut juga diolah dijadikan bio-slurry yang dijadikan sebagai pupuk organik. Bio-slurry merupakan ampas biogas. Meskipun ampas, namun slurry memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat untuk pertanian.

Sebagai pupuk alami slury mampu mengikat nutrisi tanah sekaligus menggemburkan tanah yang keras. Bio-slurry memiliki mikroba probiotik yang mampu meningkatkan kesuburan tanah, sehingga berdampak kepada kualitas dan kuantitas hasil panen.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi peternakan domba tersebut di sela program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Sumbermulyo.

“Apa yang dilakukan para peternak di Desa Sumbermulyo ini merupakan solusi agar limbah peternakan menjadi nol persen, karena tidak ada limbah dari peternakan yang tersisa,” ungkap Bupati Ipuk.

“Selain itu, hasilnya juga bisa dimanfaatkan oleh para petani untuk pupuk organik, sehingga mengurangi biaya produksi. Yang terpenting lagi proses kreatif ini juga turut menjaga kesuburan tanah,” paparnya.

Pengolahan limbah ternak ini mulai berjalan sejak awal 2023 lalu.

Sarman, pemilik peternakan domba mengatakan, pengolahan limbah ini merupakan hasil kerjasama kelompok tani, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Banyuwangi dan program doktor mengabdi Universitas Brawijaya. Melalui kerjasama ini dibangun instalasi digester biogas, untuk mengolah limbah kotoran ternak.

“Proses pengolahan limbah ini cukup mudah. Kotoran ternak dimasukkan dalam mixer untuk dihaluskan. Setelah halus masuk ke tabung biogas, untuk diambil gas-nya. Setelah gasnya diambil, ampas dari kotoran itu menjadi bio-slurry yang dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk petani,” jelas Sarman.

“Pupuk organik ini selain kami gunakan sendiri juga dijual ke kelompok-kelompok petani lainnya di Banyuwangi dalam bentuk pupuk organik cair,” pungkasnya.

Written by Ilex

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply






  • play_circle_filled

    Radio VIS FM Banyuwangi
    Radio VIS FM

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play