menu Home chevron_right
Banyuwangi

Pisang Cavendish Banyuwangi Tembus Pasar Nasional

Ilex | 5 Juli 2024

radiovisfm.com – Pemkab Banyuwangi terus memacu produksi potensi pertanian, terutama komoditas yang banyak diminati pasar. Salah satunya pisang Cavendish atau ambon putih. Pisang ini memiliki harga yang relatif stabil dan banyak diminati pasar.

Pisang Cavendish merupakan komoditas buah tropis yang sangat populer di dunia sehingga memiliki prospek pasar yang luas. Pengembangan buah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani hortikultura di Banyuwangi.

Salah satu sentra pisang cavendish di Banyuwangi terletak di Kecamatan Cluring. Saat ini, total luasan tanaman pisang Cavendish di Kecamatan Cluring mencapai 10 hektar.

Sunarto, salah satu petani Cavendish di Desa Cluring, Kecamatan Cluring mengembangkan pisang Cavendish jenis Grand Nine (G9). Karakteristik G9 ini memiliki ukuran buah lebih besar, tekstur daging buah yang lembut, serta rasa manis asam.

Sunarto menceritakan awalnya dia merupakan petani cabai. Namun sejak lima tahun lalu, dia beralih menjadi petani pisang Cavendish karena dinilai lebih menguntungkan.

“Selain harganya lebih stabil, perawatannya tidak rumit. Biaya operasionalnya juga lebih murah,” ungkap Sunarto.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi lahan Cavendish milik Sunarto di sela kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) di desa tersebut. Bahkan, Bupati Ipuk juga ikut melakukan panen perdana pisang Cavendish di lahan tersebut.

“Permintaan pisang Cavendish sangat tinggi, sehingga prospek ke depan lebih menjanjikan. Saya tidak kerepotan mencari pasar karena buah ini sangat diminati,” kata Sunarto kepada Bupati Ipuk.

Sunarto menceritakan, menanam pisang Cavendish memerlukan keuletan dan ketelatenan. Pemilihan bibit yang unggul, proses penanaman, cara perawatan, hingga penanganan pasca panen sangat menentukan kualitas buah yang dihasilkan.

Rata-rata satu pohon mampu memproduksi pisang Cavendish seberat 20 kg. Hasil panennya ini akan langsung diambil oleh pengepul, untuk diproses dan dipasarkan ke sejumlah supermarket di wilayah Surabaya, Bali, dan beberapa kota besar lainnya.

“Harga dari saya Rp 6.000 per kilogram. Jadi kalau di rata-rata per pohon bisa menghasilkan Rp. 120.000,” tutur Sunarto.

Sunarto sendiri menanam 500 pohon Cavendish di lahannya. Kalau dirata-rata produksinya bisa mencapai 1 ton dengan omset mencapai Rp. 60 juta dalam satu musim tanam.

“Kami akan terus mendukung pengembangan komoditas pertanian, salah satunya Cavendish. Potensinya besar dan Banyuwangi memiliki alam yang cocok untuk jenis pisang ini,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

“Ini harus di optimalkan agar pendapatan dan kesejahteraan petani Banyuwangi bisa meningkat,” imbuhnya.

Di Banyuwangi, pisang Cavendish juga dikembangkan di Kecamatan Bangorejo, Tegaldlimo, Purwoharjo, dan Muncar.

Written by Ilex

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply






  • play_circle_filled

    Radio VIS FM Banyuwangi
    Radio VIS FM

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play