menu Home chevron_right
Banyuwangi

Berdayakan Pasien ODGJ, Industri Kue Rumahan di Banyuwangi Beromset 200 Juta per Bulan

Ilex | 10 Juli 2024

radiovisfm.com – Meski hanya produksi rumahan, namun usaha kue kacang di Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi beromset Rp 200 juta tiap bulan.

Industri kue rumahan yang tiap hari memproduksi ribuan kue kacang itu, juga menjadi tempat untuk memberdayakan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Produksi kue kacang tersebut berada di rumah Jamilah. Di rumahnya, Jamilah memproduksi kue dengan dibantu 35 orang pekerja yang didominasi ibu-ibu. Jamilah juga mepekerjakan satu orang pasien ODGJ.

Dia menjadi orang tua asuh satu orang ODGJ yang merupakan pasien Puskesmas Gitik. Perannya tersebut bagian dari program Teropong Jiwa, yakni program terapi kerja bagi ODGJ. Pasien yang sudah stabil setelah pengobatan, dilatih berbagai keterampilan dan berbagai aktivitas produktif.

“Dia sudah ikut saya selama tiga tahun. Saya bersyukur dia bisa mengerjalan mencetak kue. Namun tidak harus ikut kerja dengan saya setiap hari seperti yang lainnya. Namun sesuai kemampuannya saja, yang penting bisa belajar mandiri,” papar Jamilah.

Pekerjaan pasien tersebut seperti menyangrai kacang, membuat adonan, mencetak kue, memanggang hingga mengemas kue ke dalam plastik.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sempat mengunjungi rumah produksi kue tersebut di sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Lemahbang Kulon. Bupati Ipuk mengapresiasi apa yang dilakukan Jamilah.

“Saya salut dengan upaya ibu Jamilah yang mau menjadi orang tua asuh pasien ODGJ. Tentu ini butuh keberanian dan kesabaran tersendiri. Semoga ini menjadi ladang ibadah, dan membuat usaha Jamilah semakin berkah dan berkembang,” ungkap Bupati Ipuk.

Di tempat itu, Bupati Ipuk juga mencicipi kue kacang buatan Jamilah.

“Ini kue jadul yang sampai sekarang rasanya sangat enak, perpaduannya pas, gurih dan manis. Harganya juga murah,” ungkap Bupati Ipuk.

Dituturkan Jamilah, usaha kuenya telah dirintis sejak 24 tahun lalu. Diawal merintis, produksinya sangat terbatas dan dipasarkan sendiri. Namun sekarang Jamilah memproduksi tidak kurang 12.000 bungkus kue setiap hari, dengan harga jual Rp.1000 per bungkusnya.

Sebelumnya, selain kue kacang dia sempat membuat berbagai kue lainnya seperti kue mlinjo dan kue wijen.

“Dari kue kue lainnya ternyata yang paling laris kue kacang, baru saya mulai fokus tahun 2000 membuat kue kacang,” kata Jamilah.

Untuk pemasaran, awalnya Jamilah hanya menitipkan ke satu warung. Selanjutnya bertambah menjadi dua warung dan seterusnya sampai akhirnya sekarang ada 20 orang sales yang ikut membantu memasarkan kuenya.

“Saya juga melayani pesanan dari toko oleh oleh dan reseller yang menjualnya kembali dengan merek masing-masing. Kue ini juga sampai luar kota seperti Surabaya, Madura, Bali,” pungkas Jamilah.

Written by Ilex

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply






  • play_circle_filled

    Radio VIS FM Banyuwangi
    Radio VIS FM

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play