Wajib Hadir. Komunitas Pegon Gelar Pameran Foto dan Dokumen Lama

By ILEX VIS 10 Feb 2024, 16:40:39 WIB Banyuwangi
Wajib Hadir. Komunitas Pegon Gelar Pameran Foto dan Dokumen Lama

radiovisfm.com - Komunitas Pegon menggelar pameran berbagai foto-foto lama, arsip, dokumen dan berbagai memorabelia tentang dinamika politik pada masa Orde Lama. Baik di tingkat nasional, maupun yang terjadi di tingkat lokal Banyuwangi.

Founder Komunitas Pegon Ayung Notonegoro yang ditemui di lokasi pameran yang dihelat di Co-Working Space TMP Banyuwangi menyampaikan bahwa pihaknya menggelar kegiatan ini untuk memeriahkan Pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

Baca Lainnya :

Pameran bertajuk “Senandung Politik NU” itu sebenarnya menekankan pada hal-hal yang berkaitan dengan NU saat menjadi partai politik (1952-1973). Akan tetapi, juga tidak terlepas dari persinggungannya dengan kekuatan politik lainnya. Hal ini juga untuk mengisi peringatan Harlah 101 NU.

Dalam pameran tersebut, ditampilkan sejumlah foto-foto lama yang langka. Seperti halnya kampanye akbar Partai NU di Banyuwangi menjelang Pemilu 1955.

Adapula foto pelantikan Bupati Banyuwangi Djoko Supaat Slamet pada 1965, hingga rapat DPRD Banyuwangi pada 1966 yang dipimpin oleh Abdul Latief Sudjak (Ketua NU Banyuwangi). Adapula sejumlah surat-surat tua atau edaran dari Partai NU masa itu.

Menariknya, di surat-surat itu, juga dibubuhi tulisan tangan yang memuat informasi perkembangan politik masa itu.

“Ada satu arsip yang ia dapat dari NU Malang. Menariknya, ada tulisan tangan masalah 1965 di Banyuwangi, bagaimana pergerakan PKI dan PNI di bumi Blambangan,” ungkap Ayung.

Wakil Ketua Umum PBNU KH. Zulfa Musthofa yang menghadiri pembukaan pameran tersebut, merasa senang.

“Banyak informasi baru yang saya dapatkan. Seperti halnya ragam syair politik yang digunakan untuk kampanye. Saya mendapatkan banyak info-info yang sebelumnya belum pernah saya ketahui,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muhammad Yanuarto Bramuda, mengapresiasi yang dilakukan oleh anak-anak muda Banyuwangi tersebut.

“Kegiatan ini sangat menginspirasi karena menambah literasi sejarah anak-anak muda Banyuwangi. Apalagi momennya tepat menjelang Pemilu 2024, sehingga bisa menggugah kesadaran anak muda untuk berpartisipasi,” kata Bramuda.

Pameran tersebut direncanakan akan digelar hingga Sabtu malam (10/2/2024).

Selain pameran juga akan digelar acara lainnya. Di antaranya bedah buku “NU, PNI dan Kekerasan Pemilu 1971” karya Ken Ward pada Jumat sore (15.00-17.00 WIB). Menghadirkan Hairus Salim sebagai pembedahnya. Pada Sabtu sore juga akan digelar diskusi tentang kearsipan bersama Sam Ardi, salah seorang akademisi yang memiliki minat terhadap perawatan arsip.

“Kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis. Ayo ramaikan,” ajak Ayung.

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment