radiovisfm.com – Seorang perempuan asal Kabupaten Malang yang hilang akibat terseret banjir saat berboncengan motor dengan suami dan anaknya melewati jembatan penghubung Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang pada satu minggu lalu, akhirnya ditemukan terdampar di pinggir Pantai Rowobendo Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi dalam kondisi meninggal dunia.
Korban adalah Rika Yulia Safitri (27) tercatat sebagai warga Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Jenazah korban ditemukan oleh warga setempat saat berjalan jalan di sekitar pantai.
Dia melihat ada sesosok mayat terdampar di tepi pantai yang bercampur dengan sampah kayu-kayuan. Temuan ini pun dilaporkan kepada petugas Taman Nasional Alas Purwo yang diteruskan ke Mapolsek Tegaldlimo, Banyuwangi yang bertanggung jawab terhadap wilayah penemuan.
Setelah dilakukan olah TKP, aparat kepolisian Polsek Tegaldlimo mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna proses identifikasi lebih lanjut.
Bersamaan dengan itu, aparat kepolisian Polsek Tegaldlimo bersama Polairud Banyuwangi menyebar informasi penemuan jenazah korban ke berbagai kabupaten tetangga. Hingga akhirnya informasi itu sampai ke tim SAR yang ada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang yang sebelumnya melakukan SAR mencari dua korban yakni ibu dan anak yang terseret banjir bandang.
Keluarga korban pun berangkat menuju RSUD Blambangan Banyuwangi untuk memastikan identitas korban.
Sepupu korban, Joni Wirandu mengatakan, suami korban atas nama Teguh Srianto (34) membenarkan bahwa jenazah itu adalah istrinya yang selama ini dicari.
“Itu berdasarkan ciri-ciri celana dalam yang dipakai oleh korban. Sedangkan pakaian yang dipakai korban sudah hilang, hanya tersisa celana dalamnya saja,” terang Joni.
Joni menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam (01/11/2025) lalu. Saat itu, suami korban mengendarai sepeda motor dengan membonceng istri dan anaknya yang bernama Alda (6) melewati jembatan sepanjang 1 KM yang membentang diatas aliran sungai yang menjadi pembatas antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang dengan ketinggian 200 meter dari sungai. Sementara jarak jembatan ke laut hanya sejauh 1,5 KM.
“Korban hendak menuju ke kawasan Kabupaten Lumajang untuk membeli lampu dengan kondisi hujan deras. Saat melewati jembatan itulah, tiba-tiba datang banjir bandang hingga jembatan roboh dan motor yang dikendarai korban terseret banjir. Suami korban berhasil menyelamatkan diri, sementara istri dan anaknya hilang terseret banjir,” papar Joni.
Setelah dilakukan SAR selama 7 hari, jenazah korban ditemukan di wilayah Banyuwangi sedangkan anaknya hingga kini masih belum ditemukan.
Setelah dilakukan identifikasi, jenazah korban segera dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Leave a Reply