radiovisfm.com – Stasiun Kalisetail terus menunjukkan pertumbuhan sebagai salah satu simpul mobilitas penting di wilayah Banyuwangi bagian selatan. Sepanjang Januari–Agustus 2026, stasiun yang berada di Kecamatan Sempu tersebut telah melayani 458.484 penumpang, atau menyumbang sekitar 19,72 persen dari total 2.325.522 penumpang yang dilayani seluruh stasiun di wilayah Kabupaten Banyuwangi pada periode yang sama. Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan pengembangan fasilitas stasiun, sekaligus membuka ruang yang semakin besar bagi Kalisetail untuk mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi lokal, dan akses menuju berbagai potensi wisata di kawasan Banyuwangi.
Bagi sebagian masyarakat, stasiun mungkin hanya dipandang sebagai tempat untuk naik dan turun kereta api. Namun, perkembangan Stasiun Kalisetail menunjukkan bahwa perannya kini semakin luas. Setiap hari, arus penumpang yang datang dan berangkat membawa pergerakan orang menuju pusat-pusat aktivitas, kawasan permukiman, sentra perdagangan, hingga berbagai tujuan wisata di Banyuwangi dan sekitarnya.
Gambaran tersebut terlihat dari angka perjalanan penumpang yang terus bergerak naik. Pada Januari–Agustus 2025, Stasiun Kalisetail melayani 450.182 penumpang. Setahun kemudian, pada periode yang sama 2026, jumlahnya meningkat menjadi 458.484 penumpang, atau tumbuh sekitar 2 persen dengan tambahan sebanyak 8.302 penumpang.
Jika melihat capaian sepanjang 2025, Stasiun Kalisetail bahkan telah melayani 669.440 penumpang. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 20,19 persen dari total 3.316.127 penumpang yang dilayani seluruh stasiun di wilayah Kabupaten Banyuwangi selama 2025. Angka ini memperlihatkan posisi Kalisetail sebagai salah satu stasiun dengan kontribusi cukup besar terhadap pergerakan penumpang di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Pertumbuhan tersebut sekaligus menjadi alasan penting bagi KAI untuk memastikan perkembangan fasilitas stasiun berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Penataan Stasiun Kalisetail telah dilakukan melalui sejumlah pekerjaan fisik utama, antara lain penataan area parkir, lanskap, pembangunan musala, serta penyediaan area komersial atau tenant. Pekerjaan tersebut berlangsung secara intensif hingga Desember 2025.
Memasuki awal Januari 2026, pengembangan fasilitas terus dilanjutkan. Langkah tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan mutu pelayanan dan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi penumpang, sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat yang menggunakan Stasiun Kalisetail.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan pertumbuhan penumpang menjadi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api di kawasan tersebut terus berkembang.
“Pertumbuhan penumpang menunjukkan bahwa Stasiun Kalisetail memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Karena itu, pengembangan fasilitas kami lakukan agar pertumbuhan tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa,” ujar Cahyo.
Menurut Cahyo, posisi Kalisetail juga memberikan peluang yang lebih luas karena stasiun berada di kawasan Banyuwangi bagian selatan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup dinamis. Akses kereta api dapat menjadi bagian dari rantai perjalanan masyarakat, baik untuk bekerja, beraktivitas, mengunjungi keluarga, maupun melakukan perjalanan wisata.
Sejumlah destinasi wisata di kawasan Banyuwangi bagian selatan juga dapat dijangkau melalui akses dari Stasiun Kalisetail. Keberadaan stasiun karenanya tidak hanya berkaitan dengan mobilitas penumpang, tetapi juga berpotensi mendukung pergerakan wisatawan dan aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya. Sebelumnya, KAI juga menyebut Kalisetail sebagai salah satu akses menuju berbagai destinasi wisata di Banyuwangi, sementara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menilai peningkatan akses transportasi berperan dalam mendukung pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah.
“Ketika mobilitas masyarakat meningkat, maka aktivitas di sekitar kawasan stasiun juga memiliki peluang untuk ikut berkembang. Kehadiran penumpang dapat menggerakkan kebutuhan transportasi lanjutan, kuliner, perdagangan, maupun usaha masyarakat di sekitar stasiun. Ini yang membuat stasiun memiliki fungsi yang lebih luas sebagai bagian dari aktivitas kawasan,” kata Cahyo.
Dengan demikian, pertumbuhan Stasiun Kalisetail tidak semata tercermin dari bertambahnya jumlah penumpang. Di balik ratusan ribu perjalanan yang tercatat, terdapat pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi yang saling terhubung. Pengembangan fasilitas stasiun menjadi bagian dari upaya KAI menjaga agar simpul transportasi tersebut mampu mengikuti perkembangan kawasan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi masyarakat.
KAI Daop 9 Jember akan terus menjaga kualitas pelayanan di Stasiun Kalisetail dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kemudahan bagi pengguna jasa. Masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama menjaga fasilitas stasiun dan mengikuti ketentuan keselamatan selama berada di lingkungan stasiun maupun saat melakukan perjalanan dengan kereta api.
