radiovisfm.com – Warga Dusun Sumberjo, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang lansia yang mengapung di dalam sumur, Selasa (29/9/2026) pagi.
Korban diketahui berinisial S (78), warga setempat yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa di sumur rumahnya sendiri.
Peristiwa pilu tersebut pertama kali diketahui oleh menantu korban, Siswandi (58), sekira pukul 06.00 WIB saat menyambangi rumah korban untuk mengecek kesehatan serta memberi makan hewan ternak.
Saat tiba di lokasi, saksi mendapati seluruh pintu rumah korban dalam keadaan terbuka lebar dan seluruh lampu rumah masih dalam kondisi menyala.
Merasa curiga, saksi berusaha memanggil dan mencari keberadaan korban di sekeliling rumah hingga ke area persawahan tempat korban biasa mencari rumput, namun korban tidak kunjung ditemukan.
Saksi kemudian mengajak anaknya, Andino Marchellyno (26) yang merupakan cucu korban, untuk kembali melakukan pencarian bersama di area sekitar rumah.
Kecurigaan keduanya menguat saat melintas di dekat sumur dan melihat penutup sumur sudah dalam keadaan terbuka, serta menemukan sepasang sandal milik korban tergeletak di samping sumur.
Saat mengecek ke dalam sumur menggunakan bantuan kayu panjang dan menyalakan kran air, kedua saksi terkejut mendapati tubuh korban sudah mengapung dan tidak bergerak.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke Mapolsek Gambiran untuk penanganan serta evakuasi lebih lanjut.
Petugas Kepolisian Sektor Gambiran segera meluncur ke lokasi kejadian bersama tim medis Puskesmas Jajag dan petugas Damkar Unit Genteng.
Kapolsek Gambiran, AKP Dwi Wijayanto membenarkan adanya insiden penemuan orang meninggal dunia di dalam sumur tersebut usai menerima laporan warga sekira pukul 08.15 WIB.
“Benar, kami menerima laporan terkait ditemukannya seorang warga lansia yang meninggal dunia di dalam sumur rumahnya. Anggota langsung menuju TKP untuk melakukan TKP bersama tim medis dan Damkar,” ujar AKP Dwi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tenaga kesehatan dari Puskesmas Jajag, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau perlukaan baru pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Jajag, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 4 hingga 5 jam sebelum ditemukan. Tidak ada indikasi kekerasan pada tubuh korban,” jelas Kapolsek.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban diketahui mengidap penyakit kelenjar prostat dan hipertensi selama dua bulan terakhir, serta menerima insiden ini sebagai musibah tanpa menghendaki proses autopsi sebelum jenazah dimakamkan di TPU setempat.
