radiovisfm.com – Kementrian Luar Negeri menyebut, Rizal Sampurna, Pekerja Migran Indonesai (PMI) asal Banyuwangi yang meninggal di Kamboja diduga disebabkan karena serangan jantung.
Kedatangan jenazah pria berusia 33 tahun di rumah duka disambut isak tangis dari keluarga dan puluhan warga yang sudah menunggu dipinggir jalan.
Bacaan sholawat menggema mengiringi peti jenazah mulai dari pinggir jalan raya masuk ke dalam gang kecil hingga ke rumah duka sejauh kurang lebih 100 meter. Kedua orang tua Rizal terlihat shock melihat peti jenazah putranya dibopong masuk ke dalam rumah. Pun demikian dengan para kerabat serta sanak saudaranya.
Jenazah korban diterbangkan dari Kamboja dan transit di Bangkok. Selanjutnya diterbangkan ke Bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju ke Bandara Juanda Surabaya. Setelah seluruh administrasi dinyatakan lengkap, jenazah dibawa ke Banyuwangi melalui jalur darat menggunakan mobil ambulance RSUD Genteng Banyuwangi menuju kampung halamannya di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro Banyuwangi dengan jarak tempuh sekitar 5 jam.
Jenazah tiba di rumah duka pada Senin dini hari (12/5/2025) sekira pukul 03.00 WIB.
“Berdasarkan surat kematian yang diterima dari KBRI Phnom Penh Kamboja bahwa Rizal Sampurna meninggal dunia pada 16 Maret 2025 diduga karena serangan jantung,” kata Staf Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Arif Fadillah yang ikut mendampingi kepulangan jenazah Rizal.
Namun dia tidak menyebutkan secara detail penyebab kematian serta waktu meninggalnya Rizal.
“Pihak perusahaan yang mempekerjakan Rizal memberikan uang santunan sebesar 1000 USD atau sekitar 16 jutaan lebih,” terang Arif.
Dari informasi yang ada, selama di Kamboja, Rizal bekerja sebagai operator Judi Online dan diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Rizal berangkat secara non prosedural.
Sementara itu, pihak keluarga menyatakan bahwa pada tanggal 16 Maret 2025, Rizal Sampurna masih menghubungi Sulastrik, ibunya untuk meminta doa agar selalu diberikan keselamatan selama bekerja. Dan dia juga mengatakan akan mengirim uang kepada ibunya untuk Hari Raya Idul Fitri. Hal itu disampaikan oleh Saputri, sepupu Rizal.
“Setelah menelpon ibunya, pada 17 Maret ponsel Rizal sudah tidak aktif,” ungkap Saputri.
Saputri menjelaskan, sebelumnya pada 5 April 2025, ibu Rizal didatangi oleh pria paruh baya tak dikenal dirumahnya untuk meminta data kedua orang tua Rizal. Pria itu belum mengabarkan jika Rizal sudah meninggal. Dia hanya menyampaikan bahwa besok akan ada orang yang memberi kabar.
“Memang esok harinya tanggal 6 April 2025, ibu Rizal menerima panggilan dari nomor Kamboja yang mengaku sebagai petugas berwajib. Ia yang mengabarkan kalau Rizal telah meninggal,” papar Saputri.
Jenazah Rizal dimakamkan di pemakaman umum yang berada tidak jauh dari rumah duka.

Leave a Reply