Keamanan dan Keselamatan Jadi Pilar Sukses Angleb 2026 di Daop 9 Jember

radiovisfm.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026. Berbagai langkah strategis dilakukan secara terpadu, mulai dari penguatan personel, peningkatan patroli, hingga edukasi berkelanjutan kepada masyarakat di wilayah operasional.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa secara umum penyelenggaraan Angleb 2026 berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan terkendali.

“Sepanjang periode Angleb 2026, tercatat terdapat beberapa kejadian yang menjadi perhatian, yakni satu kasus KA tertemper kendaraan di Probolinggo dan satu kasus KA tertemper orang di Jember. Jika dibandingkan dengan periode Angleb 2025 yang mencatat dua kejadian, kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika di lapangan tetap dapat diantisipasi dengan baik melalui kesiapsiagaan petugas,” ujar Cahyo.

Untuk mendukung hal tersebut, Daop 9 Jember menambah kekuatan personel pengamanan menjadi 218 petugas pada Angleb 2026, meningkat dari 207 personel pada tahun sebelumnya. Penambahan ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan serta respons cepat terhadap potensi gangguan di seluruh lintas operasional.

Upaya preventif juga terus digencarkan melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Selama Angleb 2026, Daop 9 Jember telah melaksanakan 44 kegiatan sosialisasi di perlintasan sebidang, 3 kegiatan sosialisasi di sekolah, 8 kegiatan penutupan atau penyempitan perlintasan, serta pemasangan 6 banner imbauan keselamatan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya keselamatan perjalanan kereta api.

Di sisi lain, Daop 9 Jember juga memetakan sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban, seperti lintas Grati–Bayeman dan Bangil–Pasuruan yang rawan pelemparan, serta Rambipuji–Mangli, Klakah–Randuagung, dan Tanggul–Bangsalsari yang rawan penataan batu di jalur rel. Selain itu, lintas Pasuruan–Rejoso juga teridentifikasi sebagai wilayah dengan potensi kejadian temperan.

“Keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur rel demi keselamatan bersama,” tutup Cahyo Widiantoro.

Dengan kolaborasi yang solid antara petugas dan masyarakat, Daop 9 Jember optimistis layanan kereta api akan terus berjalan dengan aman, selamat, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.