Dukung Peningkatan Kecepatan KA, KAI Perbaiki Geometri Jalur di JPL 104 Pasuruan

radiovisfm.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember akan melakukan perbaikan geometri jalur rel di perlintasan sebidang JPL 104 Km 50+511, petak jalan Bangil–Pasuruan (BG–PS), pada 30 Oktober hingga 13 November 2026. Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas prasarana untuk mendukung keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api, sekaligus menindaklanjuti peningkatan batas kecepatan pada petak jalan Pasuruan–Bangil dari 70 km/jam menjadi 110 km/jam.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama pekerjaan berlangsung, KAI menerapkan pengaturan perlintasan secara bertahap dengan membagi area menjadi tiga segmen, yakni A, B, dan C. Pengaturan ini dilakukan dengan memperhatikan tahapan pekerjaan, sehingga akses kendaraan tetap dapat dilayani melalui segmen yang tidak sedang dikerjakan. Dalam pelaksanaannya, KAI juga bekerja sama dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat untuk membantu pengaturan lalu lintas dan menjaga keselamatan pengguna jalan di sekitar lokasi pekerjaan.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa perbaikan geometri jalur diperlukan untuk menjaga kondisi prasarana sesuai standar teknis dan keselamatan, terutama seiring dengan peningkatan batas kecepatan perjalanan kereta api.

“Peningkatan kualitas jalur tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api. Kami memahami bahwa pekerjaan di perlintasan dapat memengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan. Karena itu, pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat agar akses masyarakat tetap terlayani dengan mengutamakan keselamatan,” ujar Cahyo.

*Lima Tahapan Perbaikan, Pekerjaan Berlangsung pada Malam Hari*

Perbaikan dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai Jumat, 30 Oktober hingga Kamis, 5 November 2026. Pekerjaan dilaksanakan pada malam hingga dini hari, sekitar pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB, untuk menyesuaikan kebutuhan teknis pekerjaan dan meminimalkan dampak terhadap operasional kereta api.

Secara teknis, pekerjaan dilaksanakan melalui lima tahapan. Proses diawali dengan pembongkaran aspal pada area perlintasan, kemudian dilanjutkan dengan pengurasan balas kotor atau penggantian material balas yang kondisinya sudah tidak memenuhi kebutuhan teknis. Setelah itu, petugas melakukan pengangkatan rel untuk menyesuaikan elevasi jalur sesuai geometri yang direncanakan.

Tahap berikutnya adalah penstabilan geometri jalur. Pada fase ini, kestabilan balas dan tanah pendukung di bawah rel perlu dipastikan setelah mengalami pengangkatan dan penyesuaian. Proses tersebut penting agar struktur jalur kembali kokoh, stabil, dan aman untuk dilalui kereta api.

Berdasarkan rencana pekerjaan, masa penstabilan geometri dimulai pada Jumat, 6 November hingga Jumat, 13 November 2026. Setelah kondisi geometri dinilai stabil, pekerjaan dilanjutkan dengan pengaspalan akhir pada area perlintasan.

Cahyo menjelaskan bahwa tahapan penstabilan merupakan bagian penting dari proses perbaikan dan tidak dapat diabaikan demi mengejar penyelesaian permukaan perlintasan.

“Setelah rel diangkat dan geometri jalur disesuaikan, diperlukan masa penstabilan untuk memastikan balas dan tanah pendukung kembali mantap. Pengaspalan akhir dilakukan setelah kondisi jalur memenuhi kebutuhan kestabilan. Kami memohon pengertian masyarakat apabila terdapat penyesuaian akses selama tahapan pekerjaan berlangsung,” jelasnya.

*Pengaturan Lalu Lintas Bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan Setempat*

Selama perbaikan berlangsung, area perlintasan dibagi menjadi tiga segmen, yaitu A, B, dan C, yang berkaitan dengan lajur I, II, dan III. Ketika pekerjaan dilakukan pada Segmen A atau lajur I, kendaraan dapat diarahkan melewati Segmen B dan C atau lajur II dan III. Pengaturan serupa diterapkan menyesuaikan segmen yang sedang dikerjakan.

Dengan skema tersebut, kendaraan diharapkan tetap dapat melintas dari kedua arah selama pekerjaan berlangsung, dengan tetap memperhatikan kondisi lapangan dan arahan petugas. KAI bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat akan mendukung pengaturan lalu lintas agar pergerakan kendaraan di sekitar lokasi tetap tertib dan risiko keselamatan dapat diminimalkan.

KAI mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan saat mendekati perlintasan, memperhatikan rambu dan petunjuk pengaturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Masyarakat juga diharapkan mengantisipasi kemungkinan perlambatan perjalanan dan mempertimbangkan jalur alternatif apabila diperlukan.

*Railfans Bantu Sebarkan Informasi Keselamatan*

Selain menyiapkan pekerjaan teknis, KAI memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat melalui keterlibatan komunitas pecinta kereta api atau *railfans*. Upaya ini bertujuan agar masyarakat memperoleh penjelasan mengenai tujuan perbaikan, tahapan pekerjaan, serta pengaturan akses di sekitar perlintasan.

Salah satu kegiatan telah dilaksanakan pada Minggu, 25 Oktober 2026, melalui sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang oleh KRD9 Korwil Pasuruan di JPL 104 Km 50+511, petak jalan Bangil–Pasuruan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan membagikan brosur berisi informasi mengenai rencana perbaikan geometri jalur dan dampaknya terhadap akses jalan.

Dalam kegiatan itu, KRD9 Korwil Pasuruan juga berkolaborasi dengan komunitas railfans dari Daop 8 Surabaya, yakni RF Sidoarjo BGS (Barisan Generasi Sepur +4m). Keterlibatan komunitas diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi, baik melalui media sosial maupun edukasi langsung kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan komunitas railfans yang turut membantu menyampaikan informasi dan mengedukasi masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa perbaikan ini dilakukan untuk mendukung keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api. Dengan informasi yang jelas serta dukungan pengaturan lalu lintas di lapangan, pekerjaan diharapkan dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan keselamatan pengguna jalan,” tutup Cahyo.

KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk memperhatikan informasi dan pengaturan lalu lintas di sekitar JPL 104 selama pekerjaan berlangsung. Pengguna jalan diharapkan tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas KAI, kepolisian, Dinas Perhubungan dan petugas keamanan lainnya, serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi di lapangan.

Melalui peningkatan kualitas prasarana, pengaturan lalu lintas, dan edukasi keselamatan, KAI berkomitmen menjaga keandalan perjalanan kereta api sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di sekitar jalur rel.