radiovisfm.com – Kementrian Kesehatan kagum dengan perkembangan layanan dan fasilitas di RSUD Genteng, Banyuwangi. Meski berada di wilayah pinggiran, rumah sakit tersebut dinilai memiliki sarana prasarana yang semakin lengkap serta didukung tenaga dokter spesialis.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus setelah meninjau langsung layanan kesehatan dan fasilitas di RSUD Genteng, Banyuwangi. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat perkembangan sejumlah layanan, termasuk cuci darah, fasilitas perawatan intensif, hingga penanganan pasien dengan batu ginjal.
“Melihat layanan dan mutu layanan, saya cukup kagum dengan layanan di RSUD Genteng. Sudah ada layanan ESWL, cuci darah diperluas, dan sarana prasarananya semakin bagus,” ujar Benjamin, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, perkembangan fasilitas rumah sakit daerah menjadi hal penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Dengan fasilitas yang semakin memadai, warga di wilayah Banyuwangi bagian selatan dan sekitarnya diharapkan tidak harus selalu pergi ke kota besar untuk mendapatkan penanganan medis tertentu.
Benjamin juga menyoroti ketersediaan dokter spesialis di RSUD Genteng. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, rumah sakit tersebut telah memiliki 32 dokter spesialis yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.
“Kami dari Kementerian Kesehatan tugasnya melihat sarana prasarana apa yang masih kurang. Dengan melihat langsung di Genteng, ternyata rumah sakit ini sudah memiliki dokter spesialis sebanyak 32 orang,” jelasnya.
Dia menilai, kelengkapan fasilitas dan ketersediaan dokter spesialis menjadi modal penting bagi rumah sakit daerah untuk meningkatkan mutu pelayanan. Pemerataan layanan kesehatan, kata dia, perlu terus didorong agar masyarakat mendapatkan akses pengobatan yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
Benjamin juga menyinggung layanan penanganan batu ginjal yang kini dapat diakses di RSUD Genteng. Ketersediaan layanan tersebut dinilai membantu masyarakat karena tidak harus menempuh perjalanan jauh ke Surabaya untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis.
“Layanan penyakit batu ginjal juga bisa diakses di sini, jadi tidak perlu ke Surabaya,” katanya.
Selain layanan spesialis, Benjamin turut melihat perkembangan sarana perawatan di rumah sakit tersebut, termasuk ruang perawatan kritis dan kelengkapan peralatan medis. Fasilitas itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
“Meskipun rumah sakitnya berada di pinggiran, peralatannya sudah lengkap dan kualitas dokternya juga sudah bagus,” tegasnya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat terhadap kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah. Peninjauan langsung diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan sarana prasarana serta pengembangan layanan yang masih perlu diperkuat.
Dengan peningkatan fasilitas, tenaga medis, dan mutu pelayanan, RSUD Genteng diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Banyuwangi dan daerah sekitarnya tanpa harus selalu bergantung pada rumah sakit di kota besar.
