Pastikan Daging Kurban “Asuh”, Banyuwangi Turunkan Ratusan Juleha

radiovisfm.com – Selama perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 H, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi menyiapkan 250 Juru Sembelih Halal (Juleha) profesional. Para Juleha ini merupakan hasil pelatihan dari Dispertan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama (Kemenag), dan juga Bank Indonesia (BI). Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto mengatakan, dalam dua tahun terakhir, pihaknya sudah banyak melatih masyarakat sebagai juru sembelih halal.

“Para Juleha kita latih menyembelih ternak sesuai syariat Islam, mulai dari teknik penyembelihan hingga memastikan hewan mati sempurna,” terang Nanang.

Berdasarkan catatan Dispertan, sejak tahun 2023 hingga 2024, sebanyak 250 orang telah mendapatkan pelatihan intensif di berbagai wilayah Banyuwangi.

Ratusan Juleha tersebut tidak hanya diperuntukkan mencukupi Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) yang tersebar di beberapa wilayah, melainkan juga untuk kebutuhan unkondisional seperti menyembelih hewan kurban di Hari Raya Idul Adha.

“Pelatihan ini dilaksanakan oleh MUI, BI, Kementrian Agama serta Dinas Pertanian dan Pangan. Terakhir, tahun 2024, Dinas sendiri telah melatih 120 orang. Semua peserta telah memiliki sertifikat pelatihan. Bila diuji kompetensi secara resmi, mereka bisa menjadikan juru sembelih halal sebagai profesi,” papar Nanang.

Juleha yang disiapkan tersebar di kampung, masjid, sekolah, dan desa. Mereka siap membantu proses pemotongan hewan kurban di lokasi masing-masing.

“Pihak sekolah, masjid, atau desa yang membutuhkan Juleha bisa menghubungi Dispertan, kecamatan, atau Kementrian Agama. Kam sudah mempunyai daftar lengkapnya,” jelas Nanang.

Nanang juga memastikan bahwa ketersediaan stok hewan kurban di Banyuwangi dalam kondisi aman.

“Untuk sapi, tercatat surplus sekitar 1.200 ekor. Sementara untuk domba dan kambing, terdapat kelebihan antara 2.000 hingga 5.000 ekor, berdasarkan kebutuhan kurban tahun sebelumnya,” pungkas Nanang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.