Dua Tahun Beroperasi, KA Pandalungan Relasi Jember-Gambir Jadi Moda Transportasi Favorit

radiovisfm.com – Kereta Api (KA) Pandalungan yang melayani relasi Jember – Gambir (PP) genap dua tahun beroperasi sejak diluncurkan pada 1 Juni 2023. Dalam kurun waktu tersebut, KA ini telah mencatatkan kinerja positif baik dari sisi pelayanan maupun jumlah penumpang, menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat Tapal Kuda menuju Ibu Kota.

KA Pandalungan menempuh jarak sejauh 919 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata 12 jam 30 menit. Pada awal peluncurannya, KA ini sempat menyandang predikat sebagai kereta antarkota dengan jarak tempuh terpanjang di Indonesia, sebelum kemudian digantikan oleh KA Blambangan Ekspres.

Nama “Pandalungan” sendiri sarat makna budaya. Ia menggambarkan akulturasi dua entitas besar yang hidup berdampingan di wilayah Oosthoek atau Tapal Kuda, yakni suku Jawa dan Madura. Kata “Pandalungan” merujuk pada sebuah periuk besar yang menampung beragam etnis, menghasilkan kebudayaan baru yang khas dan harmonis—cerminan dari keberagaman penumpang yang diangkut setiap harinya.

Sejak pertama kali beroperasi hingga 31 Desember 2023, KA Pandalungan telah melayani 65.863 penumpang. Tren positif berlanjut di tahun 2024, dengan total penumpang mencapai 97.777 orang. Sementara itu, periode Januari hingga Mei 2025 mencatatkan angka 34.001 penumpang.

Dalam upaya terus meningkatkan layanan, PT KAI Daop 9 Jember telah melakukan berbagai peningkatan pada rangkaian KA Pandalungan. Per 20 Desember 2023, rangkaian lama yang menggunakan material baja ringan era 1990-an dan 2000-an digantikan dengan rangkaian new image produksi tahun 2016–2017.

Tak berhenti di situ, sejak 5 Desember 2024, KA Pandalungan kembali mengalami peningkatan dengan penggunaan rangkaian baja nirkarat (stainless steel generasi pertama) produksi 2018–2019 yang menghadirkan tampilan lebih futuristik sekaligus kenyamanan dan keamanan yang lebih optimal bagi penumpang.

Tak hanya dari sisi sarana, kecepatan waktu tempuh juga tak lepas dari pembaruan infrastruktur jalur rel yang dilakukan secara menyeluruh sejak diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025. Efeknya sangat terasa: jika sebelumnya waktu tempuh dari Jember ke Gambir memakan waktu hingga 13 jam 45 menit, kini dapat diselesaikan dalam 12 jam 30 menit—lebih cepat 75 menit. Sementara untuk perjalanan sebaliknya, dari Gambir ke Jember, durasi perjalanan yang semula 14 jam 40 menit kini menjadi hanya 13 jam 5 menit, atau lebih efisien hingga 95 menit. Kombinasi peningkatan sarana dan prasarana ini menjadi tonggak penting dalam mempertegas posisi KA Pandalungan sebagai layanan kereta api jarak jauh yang andal, cepat, dan nyaman.

Sebagai bentuk diversifikasi layanan, mulai 1 Maret 2025, PT KAI menambahkan satu unit kereta wisata kelas Priority ke dalam rangkaian. Saat ini, KA Pandalungan terdiri dari delapan kereta penumpang kelas eksekutif, satu kereta wisata Priority, satu kereta makan kelas eksekutif, dan satu kereta pembangkit.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa kehadiran KA Pandalungan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Tapal Kuda.

“KA Pandalungan adalah lebih dari sekadar moda transportasi. Ia merepresentasikan perpaduan budaya, semangat mobilitas, dan harapan masyarakat di wilayah timur Pulau Jawa. Kami bersyukur atas antusiasme masyarakat yang terus meningkat, dan kami optimistis jumlah penumpang akan terus bertambah seiring dengan peningkatan layanan yang terus kami lakukan,” papar Cahyo.

Ke depan, PT KAI Daop 9 Jember menargetkan terus meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas layanan KA Pandalungan, dengan harapan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan mendorong mobilitas yang efisien serta berbudaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.