radiovisfm.com – Pemkab Banyuwangi mengimbau para ibu rumah tangga untuk bijak mengelola pendapatan keluarga. Selain itu, ibu -ibu diminta untuk tidak gampang melakukan pinjaman online (pinjol) yang semakin marak. Ajakan ini disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menghadiri acara literasi keuangan bersama puluhan ibu rumah tangga warga Desa Sumberbulu dalam program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon.
Bupati Ipuk menyoroti fenomena maraknya kasus ibu-ibu yang terjerat hutang dan kesulitan membayar pinjaman. Bahkan ini juga terjadi di Banyuwangi. Karena tidak sanggup membayar pinjaman, mereka sampai menggeruduk lembaga keuangan yang mereka pinjam.
“Kalau ibu-ibu mengelola uangnya dengan baik, Insya Allah tidak akan tersangkut paut dengan yang namanya pinjol,” kata Bupati Ipuk.
“Sebelum memutuskan untuk meminjam uang, para ibu harus mempertimbangkan dengan matang tujuan pinjaman tersebut. Seperti digunakan untuk hal-hal yang produktif. Jangan sampai ibu-ibu pinjam uang untuk konsumtif,” pesan Bupati Ipuk.
Bagi ibu-ibu yang memiliki rintisan usaha dan ingin mengembangkannya, pinjaman bisa menjadi pilihan. Namun, Bupati Ipuk mengingatkan bahwa hal tersebut harus diiringi dengan kerja keras dan pengelolaan uang yang baik.
Sebaliknya, jika tidak memiliki kemampuan untuk mengelola pinjaman, Bupati Ipuk menyarankan untuk lebih baik menahan diri.
“Banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya, mungkin bisa berhemat. Ini lebih baik untuk mengurangi jajan di mana-mana. Banyak sedekah juga, insyaallah akan menambah rezeki kita,” ujar Bupati Ipuk.
Bupati Ipuk berharap tidak ada lagi ibu-ibu di Banyuwangi yang terkena masalah pinjaman, baik dari lembaga resmi maupun tidak resmi. Bupati Ipuk menekankan bahwa ibu rumah tangga memegang peran sentral dalam mengelola keuangan keluarga.
“Kenapa sasarannya para ibu-ibu. Karena rata-rata rumah tangga yang mengelola adalah seorang ibu-ibu,” pungkas Bupati Ipuk.

Leave a Reply