radiovisfm.com – Operasi pencarian dan penyelamatan korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali di hari kesepuluh fokus melakukan investigasi dari tim SAR Gabungan dengan menggunakan side scan sonar untuk mendeteksi keberadaan kapal. Objek diduga kapal tersebut terdeteksi oleh alat citra sonar dari Dinas Navigasi Kementrian Perhubungan.
Dalam keterangan pesnya, Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno mengatakan, spesifikasi benda panjang dan lebar patut dicurigai itu adalah kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang dicari.
“Lokasinya berada 1 sampai 2 mili laut atau nautical mile dari titik lokasi kapal tenggelam. Kedalaman sekitar 40-60 meter di bawah laut,” ujar Eko.
Namun demikian, tim SAR masih perlu melakukan verifikasi ulang dengan beberapa tahapan lagi. Salah satunya dengan perbantuan KRI Fanildo milik TNI AL. KRI ini dilengkapi peralatan pencarian bawah laut yang lebih canggih.
Eko menjelaskan, KRI Fanildo dilengkapi dengan system pemindai bawah air, seperti side scan sonar, multibeam echo sounder dan magnetometer.
“Tekhnologi yang ada di KRI Fanildo ini berguna untuk memastikan apakah benda itu adalah kapal yang dicari ataukah tidak,” tutur Eko.
Ia juga memerintahkan On Scene Coordinator (OSC) dan Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyesuaikan taktik pencarian agar lebih efektif dan efisien. Selain itu, SRU underwater telah disiapkan untuk menyusun rencana penyelaman (dive plan), dengan tetap mengedepankan prinsip safety first.
“Dari rekaman 2 dimensi menampilkan panjang dan lain lain dibawah air. Sedangkan gambar 3 dimensi menggambarkan tinggi objek dari dasar laut kurang lebih 12 meter. Disinilah, kami menganilisis bahwa dari gambar 2 dimensi dan 3 dimensi patut dicurigai ini adalah objek yang dicari,” papar Eko.
Sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan dilakukan selama 7 hari. Sementara Selasa (8/7/2025), operasi telah memasuki hari ketujuh yang merupakan batas akhir pencarian. Namun, karena situasi di lapangan, masa pencarian diperpanjang hingga 3 hari yakni dihari Jum’at (11/7/2025).
Pihak Basarnas mengajukan perpanjangan kembali masa operasi SAR hingga 3 hari kedepan mengingat masih ada puluhan penumpang yang belum ditemukan. Selain itu, hal ini juga didasari atas rasa kemanusiaan.

Leave a Reply