radiovisfm.com – KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Perairan Selat Bali pada 3 Juli 2025 lalu siap diangkat lewat operasi pengangkatan yang ditandai dengan siaganya Kapal Barge Crane atau tongkang bercakar.
Tongkang bercakar Pioner 88 yang akan mengangkat bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya tersebut telah berada di perairan Selat Bali, tepatnya di sisi tenggara Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
Dari informasi yang dihimpun, operasi pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya akan berlangsung selama sekitar satu bulan dan diangkat dengan cara dicacah menjadi beberapa bagian, untuk kemudian diangkat dengan mesin bercakar yang ada di Pioner 88.
Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muhammad Wahyudi membenarkan bahwa tahapan operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya telah dimulai. Namun menurutnya, saat ini masih belum ada proses pengangkatan dan kapal tongkang bercakar baru ke titik lokasi saja.
“Tongkang bercakar itu telah berada di lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya sejak beberapa hari terakhir. Kapal Pioner 88 berada di area yang telah dibatasi dengan radius sekitar 400 meter untuk memastikan jarak aman agar tidak ada kapal lain beraktivitas di sana selama proses operasi,” papar Kompol Wahyudi.
“Kegiatan pengangkatan kapal itu termasuk asuransi dan pekerjanya berada di bawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banyuwangi dan kepolisian hanya sebagai pendukung,” ujarnya.
Kapal KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali dengan membawa 53 orang penumpang dan 22 unit kendaraan serta 12 kru kapal diduga mengalami kebocoran mesin pada Kamis dini hari, 3 Juli 2025.
Menurut informasi dari BMKG, saat itu ketinggian ombak di perairan selat Bali berkisar 1,7 hingga 2,5 meter.
Di hari pertama kejadian, sebanyak 15 kapal dan 1 unit helikopter diturunkan untuk melakukan SAR pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali, guna memastikan koordinat lokasi dari kapal tersebut.

Leave a Reply