radiovisfm.com – Pencarian dari Tim SAR Gabungan terhadap seorang pemancing yang tenggelam di kawasan Pantai Pulau Merah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi terkendala ombak cukup tinggi sehingga petugas harus menerbangkan drone untuk mencari keberadaan korban.
Operasi pencarian pada hari pertama (H.1) dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur SAR, Rabu (15/7/2026).
Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi tiba di lokasi kejadian dan langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR yang telah berada di lapangan untuk menyusun rencana pencarian sesuai kondisi di lokasi kejadian.
Kasi Operasi SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Novi menjelaskan, upaya pencarian dilakukan dengan memanfaatkan Drone Thermal untuk pemantauan dari udara serta penyisiran darat di sepanjang bibir pantai dan area yang diperkirakan menjadi lokasi korban terseret arus. Seluruh proses pencarian dilaksanakan secara terpadu dengan memperhatikan aspek keselamatan personel mengingat kondisi gelombang yang cukup tinggi.
“Ketinggian gelombang di lokasi kejadian yang masuk di kawasan pantai selatan ini mencapai 1,5 meter hingga 2 meter,” ungkap Novi.
Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Muhammad Jafar Sodiq (35), warga Dusun Sukorejo RT 02 RW 03, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi.
Disampaikan Novi, sebelum kejadian, korban bersama 4 orang temannya mencari ikan di lokasi dengan cara menembak. Namun posisi mereka berada di pinggir karang.
“Saat itu, gelombang laut cukup tinggi dan beberapa orang temannya sudah mengingatkan korban untuk menjauh namun tidak di hiraukan. Hingga akhirnya, ombak tinggi menghantam tubuh korban dan menyeretnya sampai ke tengah laut hingga tenggelam,” paparnya.
Dalam operasi ini, Basarnas Banyuwangi mengerahkan satu unit Rescue Car Type II, satu set perahu karet beserta mesin tempel, peralatan water rescue, peralatan medis lengkap, perangkat komunikasi, serta satu unit Drone Thermal. Selain itu, potensi SAR turut mendukung dengan penggunaan speed boat nelayan untuk membantu pemantauan di sekitar lokasi.
Hingga berakhirnya operasi hari pertama, korban masih dinyatakan dalam pencarian. Kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi terpantau cerah dengan kecepatan angin sekitar 8,4 km/jam dari arah timur laut. Namun, tinggi gelombang berkisar antara 1,5 hingga 2 meter menjadi salah satu kendala yang memengaruhi efektivitas pencarian di perairan.
Selanjutnya, Tim SAR Gabungan melaksanakan evaluasi (debriefing) terhadap hasil operasi.
“Berdasarkan hasil pencarian sepanjang hari, korban belum berhasil ditemukan (nihil). Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 07.00 WIB,” terang Novi.
