Semester I 2026, KA Pandanwangi Kian Diminati, Perkuat Mobilitas Jember–Banyuwangi dan Dukung Ekonomi Daerah

radiovisfm.com – Kereta Api (KA) Pandanwangi terus menunjukkan perannya sebagai moda transportasi publik yang menjadi andalan masyarakat di wilayah timur Pulau Jawa. Menghubungkan dua kabupaten besar, yakni Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, KA Pandanwangi tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, hingga perjalanan sosial masyarakat di kedua daerah.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan bahwa KA Pandanwangi memiliki nilai strategis karena melayani perjalanan harian masyarakat dengan tarif yang terjangkau melalui skema Public Service Obligation (PSO) atau subsidi dari pemerintah.

“Sebagai kereta api bersubsidi, KA Pandanwangi memiliki peran penting dalam menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau bagi masyarakat. Kehadirannya turut mendukung konektivitas antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi yang memiliki aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan, serta pariwisata yang sangat dinamis,” ujar Cahyo.

Ia menjelaskan, konektivitas yang dihadirkan KA Pandanwangi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian di kedua wilayah. Kemudahan akses transportasi mendorong meningkatnya mobilitas tenaga kerja, pelajar, pelaku usaha, hingga wisatawan, sehingga aktivitas perdagangan dan sektor jasa di sepanjang lintas Jember–Banyuwangi semakin berkembang.

Pada Semester I Tahun 2026, KA Pandanwangi telah melayani sebanyak 576.158 pelanggan.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada Semester I Tahun 2025, jumlah pelanggan KA Pandanwangi yang saat itu sebanyak 574.717 pelanggan, terjadi peningkatan pada Semester I Tahun 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap transportasi kereta api lokal terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, setiap harinya KA Pandanwangi beroperasi sebanyak 4 (empat) perjalanan pulang pergi yang melayani rute Jember–Ketapang (PP). Jadwal keberangkatan dari Stasiun Jember tersedia pada pukul 05.10 WIB dengan waktu tiba di Stasiun Ketapang pukul 07.45 WIB, serta keberangkatan kedua pada pukul 14.15 WIB yang tiba di Ketapang pukul 16.52 WIB. Sementara itu, dari Stasiun Ketapang, KA Pandanwangi berangkat pada pukul 10.00 WIB dan tiba di Stasiun Jember pukul 12.30 WIB, serta perjalanan terakhir berangkat pukul 18.45 WIB dengan waktu tiba di Jember pukul 21.15 WIB.

Dengan frekuensi perjalanan yang konsisten setiap hari tersebut, KA Pandanwangi menjadi salah satu layanan transportasi andalan masyarakat untuk mendukung aktivitas bekerja, pendidikan, bisnis, maupun pariwisata di sepanjang lintas Jember–Banyuwangi.

Momentum akhir pekan juga menjadi salah satu pendorong meningkatnya jumlah pelanggan. Pada Jumat, 17 Juli 2026, KA Pandanwangi melayani sebanyak 7.490 pelanggan, sedangkan pada Sabtu, 18 Juli 2026, jumlah pelanggan mencapai 7.412 pelanggan. Pada 2 (dua) hari tersebut, tingkat okupansi dinamis KA Pandanwangi mencapai 120%.

Peningkatan tersebut turut dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat menuju Banyuwangi yang pada akhir pekan ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), salah satu agenda wisata unggulan yang setiap tahun menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah. KA Pandanwangi menjadi pilihan transportasi yang praktis dan ekonomis bagi masyarakat yang ingin menikmati kemeriahan festival budaya tersebut tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas jalan raya.

Menurut Cahyo, meningkatnya penggunaan kereta api juga sejalan dengan komitmen KAI dalam mendukung pengembangan transportasi berkelanjutan.

“Kereta api merupakan moda transportasi massal yang efisien, hemat energi, serta memiliki emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi. Semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan kereta api, maka semakin besar pula kontribusi bersama dalam menciptakan sistem transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelasnya.

KAI Daop 9 Jember mengimbau seluruh pelanggan agar merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, menjaga barang bawaan, serta selalu mematuhi ketentuan selama berada di area stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api. Masyarakat juga diharapkan membeli tiket melalui kanal resmi KAI agar perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih KA Pandanwangi sebagai moda transportasi sehari-hari maupun untuk perjalanan wisata. KAI Daop 9 Jember akan terus berupaya menghadirkan pelayanan terbaik demi mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah timur Pulau Jawa,” tutup Cahyo.