Kenal Lebih Dekat! Inilah Sosok Koordinator Talent di Balik Panggung Banyuwangi Ethno Carnival

radiovisfm.com – Dibalik megah dan meriahnya panggung Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang berhasil memukau ribuan pasang mata, terdapat ikhtiar dan kerja keras tak terhingga dari para pejuang di balik layar. Di balik kilau kostum berdesain rumit dan koreografi memikat para peserta, hadir sosok krusial yang menjadi simpul perekat seluruh elemen acara. Sosok tersebut adalah Bhogi, sang penghubung segala lini yang memastikan setiap detail perhelatan berjalan tanpa cela.

Bagi sebagian orang yang baru pertama kali mendengar namanya, kata “Bhogi” mungkin terkesan unik dan menyiratkan sentuhan nama dari benua Eropa. Namun, persepsi tersebut seketika runtuh ketika mengetahui makna mendalam di baliknya. Nama tersebut merupakan pemberian penuh doa dan harapan dari kedua orang tuanya, yang diambil dari tradisi luhur masyarakat Jawa.

Bhogi sejatinya merupakan akronim dari Rebo Legi, merujuk pada weton atau hari kelahiran sang pemilik nama dalam penanggalan Jawa. Lahir pada hari Rabu Legi, pria ini memiliki nama lengkap Bhogi Bhayu Pradipta. Ia merupakan warga asli Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, yang tumbuh dan besar dalam naungan nilai-nilai kearifan lokal yang kental.

Kiprahnya dalam dunia seni pertunjukan Banyuwangi semakin menguat ketika dirinya dipercaya penuh oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi. Di jajaran panitia pelaksana, Bhogi mengemban amanah penting sebagai koordinator yang mengurusi langsung para talent dan peserta Banyuwangi Ethno Carnival.

Tanggung jawab tersebut bukanlah tugas yang ringan, mengingat ratusan peserta dengan latar belakang dan karakter berbeda harus dikonsolidasikan dengan presisi. Mulai dari urusan seleksi peserta, jadwal latihan, hingga alur masuk talent di belakang layar area catwalk jalanan, semua berada di bawah pengawasan dan koordinasi dingin pria asal Benculuk ini.

Perjalanan panjang Bhogi dalam mengawal kalender event bertaraf nasional ini tidak terjadi dalam semalam. Sejak tahun 2019, ia telah mendedikasikan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk mengabdi dan membantu kesuksesan Banyuwangi Ethno Carnival dari tahun ke tahun tanpa lelah.

Dedikasi tersebut berakar kuat dari rekam jejak keaktifannya di dunia seni daerah. Bhogi dikenal sebagai anggota aktif di Dewan Kesenian Blambangan (DKB) sebagai Wakil Ketua Komite Seni Pertunjukan Tradisi. Merupakan sebuah wadah pengayom para seniman dan budayawan di Bumi Blambangan. Pengalaman berorganisasi di DKB membekalinya pemahaman mendalam tentang tata kelola seni dan komunikasi antar-seniman.

Portofolio pengabdian Bhogi rupanya tak berhenti di panggung BEC semata. Fleksibilitas dan kapasitas kepemimpinannya juga hadir dalam kolosalitas pertunjukan tari Gandrung Sewu, salah satu pagelaran tari kolosal paling ikonik di Indonesia. Di arena pesisir pantai tersebut, ia juga dipercaya memegang peran vital sebagai koordinator peserta.

Menghadapi ribuan penari Gandrung yang datang dari berbagai sudut wilayah Banyuwangi dan juga luar kota tentunya membutuhkan ketenangan dan pendekatan persuasif yang tinggi. Kehadiran Bhogi di lapangan menjadi penjamin bahwa ribuan penari tersebut dapat tampil harmonis, padu, dan memancarkan keindahan seni budaya Banyuwangi secara maksimal di hadapan publik nasional maupun internasional.

Kepercayaan beruntun dari pemerintah daerah ini disikapi Bhogi dengan rasa syukur dan kerendahan hati. Bagi dirinya, mengawal perhelatan budaya daerah bukan sekadar menjalankan tugas formal, melainkan bentuk panggilan jiwa untuk menjaga martabat kebudayaan tanah kelahirannya.

“Alhamdulillah saya dipercaya Disbudpar sebagai koordinasi talent/peserta di BEC 2019 dan GSN mulai 2021 sampai saat ini,” ungkap Bhogi.

Banyak pihak yang tak mengira bahwa di balik keandalan manajerialnya di lapangan, bapak dua anak ini memiliki latar belakang yang begitu kental sebagai budayawan Banyuwangi. Kedalaman pemahamannya terhadap akar budaya lokal menjadi modal utama baginya dalam menjembatani keinginan para koreografer, desainer, dan panitia teknis Disbudpar kepada para peserta.

Peran aktifnya dalam mendukung suksesnya kegiatan seni budaya di Banyuwangi tak pernah surut meski dihadapkan pada tekanan tinggi dinamika event besar. Rasa lelah seolah terbayar tuntas setiap kali menyaksikan senyum puas para penonton dan tepuk tangan riuh yang membahana di akhir pertunjukan.

Rasa cinta yang mendalam terhadap identitas daerah menjadi bahan bakar utama yang terus menyalakan semangatnya. Bhogi memandang bahwa seni dan budaya Banyuwangi memiliki daya pikat luar biasa yang patut diperjuangkan serta dipromosikan ke tingkat global melalui media event yang dikemas profesional.

“Saya sangat bangga dengan kebudayaan yang ada di Banyuwangi. Apalagi dengan dua event unggulan Banyuwangi ini saya sangat antusias untuk bisa bergabung dalam mensukseskannya,” imbuh Bhogi.

Melalui tangan dingin dan dedikasi sosok-sosok seperti Bhogi Bhayu Pradipta, Banyuwangi Ethno Carnival 2026 tidak hanya sukses sebagai sebuah seni pertunjukan visual yang memukau. Perhelatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, budayawan, dan masyarakat lokal mampu menghidupkan roh kebudayaan daerah secara berkelanjutan dan membanggakan.