radiovisfm.com – Bagi pelanggan, keberangkatan kereta api mungkin terlihat sederhana. KA tiba di stasiun, pelanggan naik, pintu ditutup, kemudian perjalanan dimulai sesuai jadwal.
Namun, di balik sebuah KA yang dapat berangkat tepat waktu, ada banyak hal yang harus dipastikan terlebih dahulu.
Ada sarana yang harus siap, jalur yang harus aman, persinyalan yang harus berfungsi, perjalanan yang harus diatur, serta petugas dari berbagai bidang yang harus bekerja dalam koordinasi yang sama. Semuanya berlangsung dalam satu sistem yang saling terhubung.
Di wilayah Daop 9 Jember, upaya menjaga ketepatan waktu tersebut dilakukan di sepanjang 261.103 kilometer jalur KA yang menjadi wilayah operasional, dengan melayani 30 perjalanan KA.
Hasilnya, On Time Performance (OTP) keberangkatan pada periode Januari hingga Agustus 2026 tercatat 99,79%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 99,25%. Sementara itu, OTP kedatangan pada periode yang sama tahun 2026 mencapai 98,26%, juga meningkat dibandingkan pada tahun 2025 yaitu 97,25%.
Angka tersebut bukan sekadar capaian dalam laporan operasional. Di baliknya terdapat proses panjang, kedisiplinan, teknologi, serta kerja banyak orang yang setiap hari memastikan perjalanan KA berlangsung aman, lancar, dan sesuai jadwal.
*Ketika Satu KA Bersiap Berangkat*
Sebelum pelanggan melihat KA bergerak meninggalkan stasiun, sejumlah proses telah berlangsung.
Kondisi lokomotif dan rangkaian diperiksa untuk memastikan sarana siap digunakan. Kondisi jalur dan berbagai prasarana pendukung perjalanan juga menjadi perhatian. Sistem persinyalan memastikan pergerakan KA dapat diatur dengan aman, sementara petugas pengatur perjalanan mengoordinasikan perjalanan KA dengan memperhatikan kondisi jalur dan perjalanan KA lainnya.
Di stasiun, petugas juga memastikan proses pelayanan berlangsung tertib. Informasi perjalanan disampaikan kepada pelanggan, pergerakan penumpang diarahkan, dan berbagai kebutuhan operasional dipastikan berjalan sesuai ketentuan.
Semua pekerjaan tersebut mungkin tidak selalu terlihat oleh pelanggan. Namun, masing-masing memiliki kaitan dengan satu tujuan: memastikan perjalanan KA dapat berlangsung dengan aman dan sesuai jadwal.
*Bukan Pekerjaan Satu Orang*
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan ketepatan waktu merupakan hasil kerja kolektif, bukan tanggung jawab satu orang atau satu unit saja.
“Di balik satu KA yang berangkat tepat waktu, ada banyak petugas yang bekerja dengan tanggung jawab masing-masing. Masinis memastikan KA dijalankan sesuai ketentuan, petugas pemeriksa sarana memastikan kondisi rangkaian siap, petugas prasarana memastikan jalur dalam kondisi aman, petugas persinyalan mendukung pengaturan pergerakan KA, dan petugas pengatur perjalanan mengoordinasikan perjalanan KA dalam satu sistem,” ujar Cahyo.
Menurutnya, petugas stasiun dan petugas pelayanan juga memiliki peran penting dalam memastikan proses keberangkatan berlangsung tertib dan lancar.
“Semua bagian saling terhubung. Ketika satu bagian menjalankan tugasnya dengan baik, hal tersebut mendukung pekerjaan bagian lainnya. Karena itu, ketepatan waktu merupakan hasil dari teamwork, disiplin, komunikasi, dan koordinasi yang dilakukan secara terus-menerus,” jelasnya.
Dengan kata lain, ketika pelanggan melihat sebuah KA berangkat tepat waktu, yang sebenarnya mereka lihat adalah hasil akhir dari pekerjaan banyak orang yang dilakukan secara bersamaan.
*Satu Jaringan, Banyak Perjalanan*
Perjalanan KA juga tidak berdiri sendiri. Dalam satu jaringan, terdapat berbagai KA yang menggunakan jalur, stasiun, dan fasilitas yang sama.
Karena itu, setiap perjalanan harus diatur dengan cermat. Posisi KA, kondisi jalur, persinyalan, serta perjalanan KA lainnya menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengaturan perjalanan.
Secara sederhana, kondisi tersebut seperti mengatur lalu lintas. Setiap perjalanan membutuhkan ruang dan pengaturan agar dapat bergerak dengan aman tanpa mengganggu perjalanan lainnya.
Bedanya, perjalanan KA berjalan pada jalur tertentu dengan sistem pengamanan dan prosedur yang harus dipatuhi secara ketat.
Di sinilah peran petugas pengatur perjalanan KA, petugas stasiun, dan petugas persinyalan menjadi penting. Informasi mengenai kondisi perjalanan harus terus terhubung sehingga keputusan dapat diambil secara tepat.
*Ketika Kondisi Tidak Sesuai Rencana*
Dalam operasional perkeretaapian, tidak semua kondisi dapat diprediksi. Gangguan sarana, prasarana, kondisi cuaca, kepadatan perjalanan, maupun faktor eksternal dapat memengaruhi perjalanan KA.
Ketika gangguan terjadi, tantangannya bukan hanya bagaimana mengatasinya, tetapi juga bagaimana mencegah dampaknya meluas ke perjalanan berikutnya.
Petugas di lapangan segera menyampaikan kondisi yang terjadi. Informasi tersebut kemudian menjadi bagian dari koordinasi untuk menentukan langkah penanganan dan pengaturan perjalanan.
Pada kondisi tertentu, perjalanan dapat disesuaikan agar dampak gangguan dapat diminimalkan. Setiap keputusan tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan dan aspek keselamatan.
“Dalam sistem perkeretaapian, gangguan di satu titik bisa memiliki dampak terhadap perjalanan lainnya. Karena itu, kecepatan menerima informasi, komunikasi antarpersonel, dan ketepatan dalam mengambil keputusan menjadi sangat penting,” kata Cahyo.
Hal tersebut menunjukkan bahwa menjaga ketepatan waktu bukan berarti sekadar mengejar jadwal, tetapi juga bagaimana seluruh tim mampu mengantisipasi dan merespons berbagai kondisi yang terjadi di lapangan.
*Tepat Waktu, Tetapi Keselamatan Tetap Nomor Satu*
Di tengah upaya menjaga ketepatan waktu, terdapat satu prinsip yang tidak dapat ditawar: keselamatan.
Cahyo menegaskan bahwa OTP merupakan bagian dari kualitas pelayanan, tetapi tidak boleh dicapai dengan mengabaikan aspek keselamatan.
“Ketepatan waktu penting bagi pelanggan, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Tidak ada target waktu yang lebih penting daripada memastikan perjalanan berlangsung aman. Jika kondisi di lapangan membutuhkan penyesuaian perjalanan demi keselamatan, maka keselamatan tetap menjadi keputusan utama,” tegasnya.
Prinsip tersebut menjadi dasar bagi setiap petugas dalam menjalankan tugasnya. Sebab, perjalanan KA yang baik bukan hanya perjalanan yang tepat waktu, tetapi juga perjalanan yang aman hingga pelanggan tiba di tujuan.
*Pelanggan Juga Menjadi Bagian dari Perjalanan*
