radiovisfm.com – Kasus kebakaran yang menyebabkan hewan ternak mati terpanggang kembali terjadi di Banyuwangi. Kali ini, kebakaran melanda kandang kambing milik warga di Dusun Kebaman, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Senin (19/10/2026). Sebanyak enam ekor kambing mati terpanggang dalam kejadian tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Edy Supriyono, mengatakan kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah di sekitar kandang yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
“Lagi-lagi terjadi kebakaran yang menyebabkan hewan ternak mati terbakar. Kali ini enam ekor kambing tidak berhasil diselamatkan saat kandangnya terbakar,” ujar Edy.
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Pemilik kandang, Untung (67), pertama kali mengetahui api membakar kandang yang berada tidak jauh dari rumahnya. Ia kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman awal.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemeriksaan lokasi hingga penanganan dinyatakan selesai pukul 17.25 WIB.
Edy menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi awal dan keterangan yang dihimpun di lokasi, kebakaran diduga bermula dari pembakaran sampah di sekitar kandang kambing. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan diduga merambat hingga membakar bangunan kandang.
“Dugaan sementara, sumber api berasal dari pembakaran sampah di dekat kandang. Bara api kemudian merambat ke bangunan kandang kambing,” jelasnya.
Saat kejadian, warga berupaya menyelamatkan kambing yang berada di dalam kandang. Namun, kobaran api yang membesar membuat upaya penyelamatan tidak berjalan maksimal. Enam ekor kambing akhirnya tidak berhasil diselamatkan.
“Warga sudah berusaha membantu memadamkan api dan menyelamatkan ternak. Namun, api telanjur membesar sehingga enam ekor kambing mati terpanggang,” ungkap Edy.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 20 juta. Nilai kerugian itu mencakup bangunan kandang dan enam ekor kambing yang mati terbakar.
Edy menyebut masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat melakukan pembakaran sampah di dekat kandang ternak, rumah, maupun bangunan lain yang mudah terbakar.
Menurutnya, pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan dapat menimbulkan risiko serius. Bara api yang tampak kecil sekalipun bisa memicu kebakaran ketika menyambar material kering di sekitarnya.
“Jangan pernah meninggalkan api pembakaran sampah sebelum benar-benar padam. Apalagi jika lokasinya dekat kandang ternak atau bangunan. Pastikan tidak ada bara api yang tersisa agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegasnya.
Edy juga mengimbau warga segera melapor kepada petugas apabila melihat kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Langkah tersebut penting untuk mencegah api meluas dan menekan kerugian yang ditimbulkan.
Sebelumnya, pada Senin pagi, kebakaran kandang kambing dan sapi juga terjadi di Lingkungan Concrong, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Dalam kejadian itu, empat ekor kambing mati terpanggang, sedangkan tiga ekor sapi berhasil diselamatkan.
Dengan demikian, dalam dua kejadian kebakaran kandang ternak pada Senin (19/10/2026), total 10 ekor kambing mati terpanggang. Kedua peristiwa tersebut sama-sama diduga dipicu pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
