Penanganan Dua Gangguan Jalur Teratasi, Perjalanan Kereta Api Berangsur Normal

radiovisfm.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember bergerak cepat menangani dua gangguan jalur akibat gogosan dan longsoran yang terjadi pada Senin (2/11). Penanganan dilakukan secara intensif dengan mengutamakan keselamatan perjalanan sekaligus memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan.

Gogosan di Km 10+0/10 petak jalan Ledokombo (LDO) – Sempolan (SPL) diketahui pada pukul 06.00 WIB. Setelah dilakukan penanganan oleh petugas, kondisi tersebut berhasil ditangani pada pukul 10.07 WIB.

Sementara itu, longsoran di Km 32+2/3 petak jalan Stasiun Kalibaru – Mrawan telah selesai ditangani pada pukul 14.00 WIB. Kedua lokasi tersebut selanjutnya dapat dilalui kereta api dengan batas kecepatan yang diizinkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro, mengatakan bahwa percepatan penanganan dilakukan untuk memastikan jalur kembali aman digunakan dan operasional kereta api dapat dipulihkan secara bertahap.

“Kami langsung melakukan penanganan begitu gangguan diketahui. Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama, sehingga kondisi jalur terlebih dahulu dipastikan aman sebelum perjalanan kereta api kembali melintas. Setelah penanganan selesai, jalur dapat dilalui dengan batas kecepatan sesuai ketentuan yang berlaku dan pola operasi secara bertahap kami pulihkan,” ujar Cahyo.

*Normalisasi Perjalanan KA*

Gangguan pada jalur berdampak terhadap sejumlah perjalanan kereta api. KAI Daop 9 Jember melakukan pengaturan perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan, termasuk mengarahkan rangkaian kereta api yang berada di wilayah terdampak ke lokasi yang lebih aman.

Adapun perjalanan yang terdampak gogosan di Km 10+0/10 petak jalan Ledokombo–Sempolan, antara lain:

– KA Tawang Alun (294) relasi Ketapang – Malang lambat 269′ (menit)

– KA Logawa (248) relasi Ketapang – Purwokerto lambat 213′ (menit)

– KA Sri Tanjung (280) relasi Ketapang – Lempuyangan lambat 184′ (menit)

– KA Pandanwangi (491), (492), (493B) yang dipastikan batal untuk perjalanan tersebut dan telah dilakukan pengembalian bea (_refund_) 100 persen.

Sementara itu, longsoran di Km 32+2/3 petak jalan Stasiun Kalibaru – Mrawan berdampak terhadap:

– KA Ijen Ekspres (239F) relasi Malang – Ketapang lambat 130′ (menit)

– KA Probowangi (297) relasi Ketapang – Surabaya Gubeng 121′ (menit)

– KA Wijaya Kusuma (160) relasi Ketapang – Cilacap 129′ (menit)

“Kami memahami kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan. Untuk itu, selain melakukan pengaturan perjalanan, kami juga menyiapkan alternatif transportasi dan memberikan pelayanan kepada pelanggan yang terdampak agar perjalanan mereka tetap dapat dilanjutkan,” jelas Cahyo.

KAI Daop 9 Jember menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat kejadian tersebut. Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, _Service Recovery_ (SR) diberikan kepada seluruh pelanggan yang terdampak.

Saat ini, kedua lokasi telah dapat dilalui kereta api dan KAI Daop 9 Jember terus melakukan pemulihan pola operasional secara bertahap.

*Program Berangkat Tepat*

Pemulihan operasional juga ditunjukkan melalui keberangkatan sejumlah kereta api yang dapat berjalan sesuai jadwal setelah penanganan gangguan. KAI Daop 9 Jember berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan dengan menghadirkan perjalanan yang aman sekaligus tepat waktu.

Beberapa perjalanan yang berangkat tepat sesuai jadwal, yaitu:

– KA Sangkuriang (7043A) relasi Ketapang–Bandung, berangkat pukul 15.00 WIB

– KA Blambangan Ekspres (145) relasi Ketapang–Pasar Senen, berangkat pukul 15.45 WIB

– KA Pandalungan (31) relasi Jember–Gambir, berangkat pukul 16.00 WIB

“Ketepatan waktu merupakan bagian penting dari kualitas layanan yang kami berikan. Setelah penanganan selesai, kami terus melakukan pengaturan agar perjalanan berikutnya dapat kembali berjalan sesuai jadwal dengan tetap mengedepankan keselamatan,” tutur Cahyo.

*Mitigasi dan Antisipasi*

Sebagai langkah mitigasi, KAI Daop 9 Jember menugaskan personel secara intensif di wilayah terdampak. Pengawasan kondisi jalur dilakukan secara berkala oleh tim teknis KPJ serta menggunakan lori untuk memastikan kondisi prasarana tetap terpantau.

Penguatan konstruksi pada jalur terdampak juga dilakukan melalui sejumlah pekerjaan perbaikan. Langkah tersebut mencakup pembersihan material yang mengganggu badan rel, penguatan tebing, penimbunan ballast baru, serta pemasangan penahan longsor berupa tanggul.

Pemasangan tanggul dilakukan untuk membantu menahan gerusan tanah sekaligus menjaga kestabilan konstruksi jalur, khususnya pada area yang berpotensi terdampak pergerakan tanah.

“Mitigasi terus kami lakukan melalui pengawasan berkala dan penguatan konstruksi di lokasi terdampak. Langkah ini penting untuk menjaga kondisi jalur agar tetap stabil serta mengantisipasi potensi gangguan berikutnya,” ungkap Cahyo.

KAI Daop 9 Jember juga terus berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait dalam penanganan kondisi di lapangan. Dukungan dan sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan serta kelancaran perjalanan kereta api.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama proses penanganan. KAI Daop 9 Jember akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan mengutamakan keselamatan, keandalan perjalanan, dan kenyamanan dalam setiap perjalanan kereta api,” tutup Cahyo.