radiovisfm.com – Operasional perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember telah kembali normal setelah sebelumnya dilakukan penanganan terhadap gangguan gogosan tanah di petak jalan Sempolan–Ledokombo dan longsoran di petak jalan Kalibaru–Mrawan pada Senin (2/11) kemarin.
Saat ini, seluruh lokasi yang sebelumnya mengalami gangguan telah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal sesuai ketentuan perjalanan. Seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember juga telah kembali berjalan lancar, dengan seluruh KA berangkat tepat waktu.
Sejumlah perjalanan kereta api yang sebelumnya sempat mengalami penahanan maupun pengaturan pola operasi melalui overstappen, seperti KA Tawangalun relasi Ketapang–Malang Kota Lama dan KA Sritanjung relasi Ketapang–Lempuyangan, telah kembali beroperasi normal. KA Pandanwangi yang sebelumnya sempat dibatalkan juga telah kembali melayani perjalanan dan berangkat tepat waktu.
Di lokasi gogosan tanah pada Km 10+0/10 petak jalan Sempolan–Ledokombo, KAI telah menyelesaikan penanganan awal sehingga jalur dapat dilalui dengan kecepatan normal. Pekerjaan penguatan dan pemantauan kondisi prasarana tetap dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga kestabilan badan jalan dan memastikan keselamatan perjalanan kereta api.
Sementara itu, penanganan longsoran pada Km 32+2/3 petak jalan Kalibaru–Mrawan dilakukan melalui penguatan tebing menggunakan rel pancang dan bronjong. Setelah dilakukan penanganan dan pemeriksaan kondisi jalur, lokasi tersebut kini juga telah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bekerja melakukan penanganan gangguan serta kepada para pelanggan atas kesabaran dan pengertiannya selama proses penanganan berlangsung.
“Alhamdulillah, seluruh lokasi yang sebelumnya mengalami gangguan kini telah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal. Operasional perjalanan KA di wilayah Daop 9 Jember juga telah kembali normal dan seluruh KA berangkat tepat waktu. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh petugas di lapangan serta pengertian pelanggan yang telah mengikuti berbagai pengaturan perjalanan selama proses penanganan,” ujar Cahyo.
Meski operasional telah kembali normal, KAI Daop 9 Jember tetap meningkatkan kewaspadaan melalui pemeriksaan berkala terhadap kondisi jalur, pemantauan kestabilan tanah dan tebing, serta memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik. Pemeriksaan dan patroli prasarana juga terus dilakukan, khususnya pada titik-titik yang memerlukan perhatian khusus, sebagai langkah antisipasi untuk mendeteksi potensi gangguan sedini mungkin.
KAI Daop 9 Jember turut mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal atau beraktivitas di sekitar jalur kereta api, agar ikut menjaga lingkungan prasarana perkeretaapian dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi pergerakan tanah, longsoran, maupun gangguan saluran air di sekitar jalur KA.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan pelanggan akibat gangguan tersebut. Keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, meskipun operasional telah kembali normal, pemantauan dan perawatan prasarana akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” tutup Cahyo.
